Rabu, Januari 01, 2014

Air atau Minyak Tanah

Saat salah satu Tweet dari Bang Soyid melintas di timeline, seketika itu membuat gue tertarik becak untuk mecoba tantangan menuliskan cerita kebodohan masa kecil. Mungkin karena urat malu gue sudah putus, makanya tertarik menceritakan aib sendiri. Hasemeleh. Sebenarnya, waktu kecil gue pinter pakai banget, menurut tetangga gue lho.. (semoga gak ada yang percaya). 
Ditambah lagi kondisi blog gue, selama tahun 2013 sering dianggurin, saking sering dianggurin blog jadi banyak ditumbuhi rumput yang bergoyang caisar dan semak belukar. semoga dengan mengikuti proyek menulis 30 hari ini, bisa membuat gue lebih konsiten menulis. Doakan gue ya permirsa..*lambaikan tangan ke kamera*.

Mencoba membuka dan mengobrak-abrik memori waktu kecil tak semudah ngupil pakai jari kelingking. Ternyata bener-bener menguras bak mandi. Jadi, gue mencoba memulai mengingat dan menceritakan hal-hal kecil yang dialami yang tidak terlalu menguras otak. Apakah ini termasuk kategori cerita bodoh atau enggak, gue juga gak tau, yang penting ikutan..maksa banget, ya?? hehe..Cekidot..Selamat makan..

Ceritanya begini *benerin jilbab dan pakai maskara*, Saat gue masih unyu-unyu dan menggemaskan kayak peti kemas, waktu gue masih kecil, Mama mengontrak sebuah rumah yang bertepat di sebelah sekolahnya bersama dengan seorang temannya yang sudah berkeluarga juga. Kebetulan dapur kita satu atap. Jadi, kita saling mengetahui, kita masak apa dan makan ama siapa (eh?).

Entah karena gue saking pintar dan rajinnya, melihat kelapa yang sudah diparut di dalam baskom kecil milik teman Mama, tiba-tiba gue langsung menyiramkan minyak tanah ke dalam parutan kelapa yang sudah siap untuk diperas dan diambil santannya. 
Seharusnya, bukan minyak tanah yang dicampur, tapi air. Mungkin karena saat itu minyak tanah masih murah, jadi gue mencoba bereksperimen mencampurkan minyak tanah ke dalam parutan kelapa. Kira-kira gimana, ya..?? gulai rasa minyak tanah. Penasaran? Silahkan coba sendiri..!! :D

Demi menciptakan kerukunan antar tetangga, karena ulah gue, Mama terpaksa mengganti sebuah kepala eh salah..kelapa kepada temannya. Ini ceritaku mana ceritamu?? *nyegir kuda*

2 komentar:

  1. hweh.. pernah unyu2 juga toh?
    kirain gue doank yang pernah unyu

    BalasHapus

Buruaan komentar..selagi gratis..:D