Sabtu, September 02, 2023

Sesuatu

Suatu hal kecil berharga buat kita belum tentu berharga menurut orang lain. Kenapa begitu? ya karena begitu (hadeh)

Menemukan bumbu masakan khas minang kiriman mama di dalam tong sampah,  Membuatku jadi sedikit tertegun. Kok tega sih?  Bumbu tersebut biasa dipakai saat memasak makanan rumah. Terbungkus dalam plastik agar tetap terjaga aromanya dan di simpan dalam toples. Mungkin karena  bumbu tersebut jarang dipakai, seringnya cuma aku yang memakai. Jadinya menurut yang lain itu tak berguna. Karna tidak tahu cara memakainya. 

Beberapa kali mengalami hal begitu. Sesuatu yang berharga buatku, tiba-tiba dilenyapkan begitu saja, hikshiks (lebay)

Bumbu masakan sesuatu hal remeh-temeh dibandingkan emas berlian. Tapi seru aja mengamati bagaimana manusia lainnya melihat apa yang berarti buatku. 

Butuh kelapangan hati tuk menerima semua yang terjadi sambil menghela nafas, uhfff...(Tarik dan lepaskan) karna ngamuk atau cakar muka tetangga tidaklah berguna. Apa hubungannya coba? 🙈

Kalau ada sesuatu yang tak mengenakkan hati dan body, teringat pesan Amak "Hiduik tu banyak nan diraso" 

Jadi apapun yang terjadi ya "dirasoan" biar " tau raso" 

Hikmahnya buatku : Jadi belajar untuk selalu menghargai apa yang dimiliki oleh seseorang walau sesuatu itu tak berarti di mataku. Selain itu, pelajaran juga buatku, jika sesuatu itu berharga buatku, (semoga) kudimampukan untuk bisa menjaga apa yang telah dititipi kepadaku. Aamiin








Selasa, Juni 06, 2023

(Datang) BULAN

Selamat datang bulan 
Awal bulan datang bulan. Akhirnya meletus balon hijau hatiku sangat kacau kok jadi nyanyi sih?
(Tulisan yg harusnya update di awal bulan, tapi ga jadi) 

Awal bulan datang bulan rasanya itu takjub banget. Bisa pas gitu ya? 

Walau udah merasa tanda-tanda seminggu sebelum datang tamu, tapi rasanya kok lama sekali. Semua serba tidak nyaman. Tidak enak body dan tidak enak hati. Uhhff, tapi mau gimana lagi, tiap bulan harus melewati perasaan dan ketidaknyamanan ini. Ketidaknyamanan ini akan terus datang menghampiri sebelum monopause nanti. 

Segala ketidaknyamanan emang tidak bikin nyaman (mulai ga jelas nulisnya) 

"Yaiyalah anak kecil juga tau" 

Terbesit pikiran ingin menjadi laki-laki. Biar ga perlu ngerasain ini. Haha
Sebagai seorang perempuan, sejak mengalami datang bulan. Kenyamananku terganggu 😆

Tak bisa berlari sesuka hati, perasaan was-was kalau kelamaan duduk, malas keluar rumah dan malas ketemu orang tapi takut juga ketemu setan. Otak kadang lemot, sedikit melow. Piye jal?

Kepala ama hati isinya protes semua
"kenapa aku begini?" 
"Aku mau begitu"
"Aku tak boleh lemot" 

Beberapa kegiatan harus rela dibatalkan karna datang bulan. Naik gunung misalnya 😢 

 "Tulisan macam apa ini? Isinya keluhan semua"

"Tulisan macam inilah, tulisan keluh kesah dan gelisah"


Intinya bukan soal keluhannya tapi soal penerimaan diri. Menerima dan menyadari  bahwa kita tidak pernah baik-baik saja sepanjang waktu. Ada kalanya harus siap terlihat lemah. Ya, tidak apa-apa. Kita tetap sempurna dengan segala kelemahannya sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan sebagai perempuan.

Kamis, April 06, 2023

Syukur(in)

Sudah lama tak bertukar kabar dengan seseorang nun jauh di mata dekat di sosial media, saya pun mencoba menghubunginya.

 Saya mendapatkan kabar yang tak ingin saya dengarkan. Ya, manusia memang gitu lah ya, selalu siap mendengarkan yang menyenangkan hati saja. Padahal kita harus siap mendengarkan hal yang menyesakan hati juga. Hikshiks

Ia memberitahu bahwa Ibunya sakit yang cukup parah. Mendengar kabar tersebut membuat hening sejenak sambil mencerna apa yang ia katakan.

Seketika itu juga teringat Mama di rumah. Terucap syukur dalam hati bahwa saya dikarunia Mama yang masih sehat (alhamdulillah).

Setelah menyelesaikan percakapan panjang. Saya memilih diam lebih lama dan bengong, serta mempertanyakan rasa syukur yang dipanjatkan.

Kenapa saya bisa-bisanya mengucapkan syukur saat ada seseorang yang diberi ujian yang tak mengenakkan hati? 

Kenapa syukur saya lahir dari perbandingan dengan keadaan orang lain yang tak lebih baik dari saya? 

Bagaimana jika masalah yang dihadapinya saat ini menjadikan ia manusia yang lebih baik dan disayang Allah? 

Masih banyak "bagaimana" yang bergelayut di kepala.

Hingga pada akhirnya, saya menyimpulkan bahwa rasa syukur yang baik itu tidak lahir dari hasil membandingkan kesusahan seseorang yang tampaknya tak lebih baik dari kita. Bisa jadi hal yang sulit dihadapinya hari ini, menjadi kesyukuran dikemudian hari. Tak ada yang tahu, manusia yang suka sok tahu (tempe)

Sejak saat itu, rasa syukur saya perbaiki. menjadi lebih sederhana. 

Ya, bersyukur aja atas apa yang diterima tanpa perlu dibandingkan dengan siapa dan apapun jua. Menganggap segala kenikmatan maupun kesulitan yang datang sebagai sesuatu yang harus diterima dan terbaik buat kita saat ini. Sambil terus mengikhtiarkan hal baik. 

Sudahkah bersyukur hari ini? 


Kamis, Februari 16, 2023

Kenapa?

"Kenapa kembali lagi?"

"Karena ingin"

"Apa yang membuatmu kembali?"

"Ada sesuatu"

Apakah kamu kembali untuk pergi? 

"Liat nanti"