Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Minggu, Desember 22, 2013

Lain Gunung, Lain Ceritanya

Setiap gunung yang didaki, plus bikin badan banyak daki, selalu ada saja cerita yang berbeda yang bikin saya ketawa-ketiwi sendiri. Idih..Yura gila ya, sekarang??

Saya mulai tertarik dan diajarkan plus diracuni mendaki gunung, sekitar tahun 2009. Itu karena dekat ama teman yang anggota Mapala di kampus saya. Kalau saat itu saya dekat dan mainnya ama Nikita Willy, bisa jadi saya sekarang sudah aktris kejar tayang dalam sinetron sandal jepit yang tertukar. Kalau saja saya dekat ama annisa chibi, bisa jadi sekarang saya sudah jadi member AKB48 *eh?* (Yura mulai ngawur..Yura mulai ngawur..)
Namanya juga jalan-jalan ke gunung, jadi banyak hal tak terduga yang bisa terjadi diluar kendali kita.

Waktu pendakian pertama, saya dengan teman-teman yang lainnya mencoba mendaki gunung Marapi. Hal yang tak terlupakan buat saya, ketika saya dan Mia berdua dalam satu sleeping bag. Saat itu, teman saya Hendra, lupa membawa sleeping bag, dan kita takut hendra kedinginan dan bisa-bisa ia kena hipotermia. Saat itu lah kepedulian kita teruji. Apa kita tega melihat teman seperjuangan dan teman sama-sama mendaki dari bawah, merasa kedinginan. Berhubung, badan saya kerempeng kayak tangkai sapu, dan Mia badannya imut kayak marmut (piss mia \/). Jadi, kita memutuskan untuk satu berdua dalam sleeping bag. Ternyata perjuangan masuk ke dalam sleeping bag bener-bener ruaarrr biasaaa. Walaupun badan kita sama-sama imut, tetapi tak semudah itu untuk menutup resleting. Jika sobat pernah berusaha menutup reseleting tas yang isinya sudah sangat padat sekali, seperti itulah perjuangan Hendra untuk menutup resleting sleeping bag kita. Karena saking romantisnya saya dengan Mia ( romantis apa kesempitan tu jeng?), ujung-ujungnya kita kepanasan kayak jagung rebus. Kepanasan cyiinn...AC mana AC..

Kita tinggalin cerita diatas, lain lagi ceritanya waktu saya mendaki Gunung Singgalang. Penasaran ya? Sama, saya juga penasaran. Saya harus mencoba minum air putih yang dicampur dengan minyak kayu putih. Kebayang gak gimana rasanya?? Kalau penasaran coba aja..hehe. Saat itu, Bang Anto tengah malam sakit mual-mual plus muntah-muntah. Padahal ia kelihatan baik-baik saja dari awal dan semangat kali pas nanjak. Bukan kayak saya, yang keseringan kecapekan. Kebetulan, cewek yang ikut hanya ada saya dan Kak Yandhi, jadi kita harus rela bangun tengah malam untuk memasak air panas. Ngeliat Bang Anto mirip bumil yang terus mual-mual, saya sudah rela kalau gagal ke puncak untuk besok paginya. Hikss. Tapi, saya masih berharap bisa muncak besok pagi.hehe. 

Daripada mual-mual terus, Kak Yandhi menyarankan mencoba minum air yang dicampur sama minyak kayu putih. Apaa??. Berdasarkan pengalaman Kak Yandhi, ini pernah dilakukannya dan tidak ada efek samping. Kita pun berusaha membujuk Bang Anto untuk minum air ramuan ala Kak Yandhi. Bang Anto menolak. Kita kan takut Bang anto kenapa-kenapa, di atas gunung ini gak ada klinik bersalin ( emang ente mau ngapain, Yura??). Untuk meyakinkan Bang Anto, terpaksa kita bergilir mencoba meminum air kayu putih. Ondeh mandeh. Jauh-jauh ke gunung hanya untuk minum seteguk air berasa minyak kayu putih. Sedikit lebih baik, sih, daripada minum air sambil terbayang wajah mantan. Nah lho?? ( Mantan majikan, ya, Yura?)

Setelah, kita berdua meminum air tersebut dan tidak kejang-kejang, baru lah Bang Anto mau meminum air tersebut. Oalaah..buat anak kok coba-coba. Keesokan paginya, Bang Anto sudah oke lagi, akhrinya kita bisa muncak juga..Horraiii...
(Yang mau coba ramuan ini, silahkan, harus dibawah bimbingan orang tua, ya..)

Marapi udah, singgalang juga udah. Lain lagi cerita waktu ke Gunung Kerinci. Padahal tenda ada 3 buah dan sudah dibagi-bagi tiap tenda 3 orang. Karena badainya yang super dahsyat. Kita langsung menyerbu tenda Bang Jamie. Tenda yang isi maksimalnya 5 orang, dimuat-muatin jadi 6 orang. Kalau orangnya mirip kurcaci bisa muat kurcaci sekampung.

Dalam tenda berasa mirip ikan sarden. Bergerak aja susah, apalagi salto dan guling-guling. (Helloo..kalau mau guling pindah aja ke lapangan bola Neng!!).
Ya begitu lah kalau naik gunung, ada-ada saja hal yang membuat perjalanan makin berkesan dan tak terlupakan.Tsaah.

Kalau begitu, nanjak kemana lagi kita ne?? ;)


Kamis, September 26, 2013

#CeritaBadai " Pulang"


Karena kecepek’an tiada tara membabi buta, ketemu sama kasur empuk dan selimut tebal itu, sesuatu banget. Rasanya, menemukan segelas air di Padang Pasir..#Tsaah. Maunya gak mau pisah, pengen nempel terus kayak perangko. Tapi, kalau kelamaan tidur capek juga.. *Jadi sebenarnya ente maunya apa,Yura??*.

Saat bangun dari tidur, kontraksi dikaki mulai terasa. Luar biasa sakit, pokoknya komplikasi nyeri, pegel, dkk..Rasa yang selalu dirasakan kalau habis turun gunung.Kadang kala, rasa itu akan dirindukan kalau sudah lama gak naik gunung. Pegel-pegel seneng gitu deh..hehe.
Setelah melakukan rutinitas pagi, hal yang pertama dilakukan adalah ngaca #KacaManaKaca. Bukan karena saya sok kecakepan, bukan itu. Tapi, ngaca untuk melihat seberapa tingkat eksotis kulit saya *hitam aja dibilang eksotis,:p *.

Pagi ini terasa berbeda sekali, lebih adem ayem. Suara pepohonan yang berisik ditiup badai tidak ada lagi. Sepertinya, badai sudah berlalu. Tapi, kenapa badai berlalunya saat kita sudah di bawah..#TanyaKenapa. Oh..ini tidak adil..sungguh..masak O’ong, sih..#GarukDinding.

Karena, sudah beberapa hari badan tidak disirami dengan air, badan saya menjadi layu dan kering kerontang *itu badan apa bunga,buk?*.Mau gak mau, dan emang harus mau untuk segera mandi. Gak mandi aja sudah dingin, apalagi mandi.Tidaakkk..saya mendadak galau memilih mandi apa gak. Mandi gak mandi, wujud saya begitu-begitu aje, gak ada berubah.

Daripada menimbulkan polusi udara dan bisa mengakibatkan bulu hidung rontok, saya pun memilih mandi. Baru nyentuh air sedikit saja, dinginnya berasa banget. Jadi, sebelum mengguyurkan air ke badan, saya main air dulu di kamar mandi, nyuci muka, nyiram tangan dan nyiram kaki *Nyiram badan sama rambutnya kapan,Yura?*. Setelah beradapatasi dengan air berasa es, dengan gaya mandi secepat kilat, akhirnya saya mandi juga. Alhamdulillah, ya..udah wangi lagi. Yang brondong mari merapat, kakak udah wangi ne..#lha?? #Siap-siap dilempar mercon ama Brondong.

Kamis, September 12, 2013

#Cerita Badai "Turun Gunung.."

Yee..akhirnya bulan ini gue nulis juga..tulisan pertama di bulan September gak pake ember..#lha??.

Berhubung ditagih terus sama fans-fans saya mulai dari dunia nyata sampai dunia maya. Daripada blog ini dianggurin ntar dipatok ayam tetangga,alangkah baiknya saya lanjutin “cerita badai” nya,daripada penasaran tingkat eyang bubur..
Biar cerita badainya nyambung,silahkan baca cerita sebelumnya. Kalau gak mau,gak apa-apa,tak ada keterpaksaan antara kita..#tsaah.

Langkah kaki semakin mendekat ke tenda,suara itu meminta saya untuk membuka tenda dan meminta makanan untuk bekal muncak..siapakah dia??. Ternyata,dia adalah Bg Ahmad. Badai terus bertiup saat itu yang bener-bener mengurungkan niat untuk muncak..huhuhu..#PelukKakAan.
Bg Ahmad dan Sergey mencoba untuk muncak dan beberapa rombongan tetangga tenda sebelah. Walaupun badai terus menerpa. Kita kembali melanjutkan tidur nyenyak..Zzzz..

Sekitar pukul 08:00 pagi waktu jam tangan Bg Jam (??),Sergey dan Bg Ahmad sudah kembali masuk tenda..Ternyata,mereka semua gagal muncak. Mereka memilih untuk turun karena diatas angin terasa lebih kencang. Karena,semakin keatas vegetasi semakin berkurang. Memilih untuk kembali ke tenda mungkin itu adalah pilihan terbaik saat itu. Alam itu bukan untuk dilawan dan  membuktikan kepada semua orang kalau kita hebat dan gagah perkasa..No..No..menurut saya itu tak ada gunanya. Setidaknya,segala tanda-tanda yang terjadi di alam untuk kita pelajari,bahwa  kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan dan ciptaannya yang ada di Bumi ini. Kalau saya berdiri di atas puncak Gunung,saya berasa jadi butiran debu. 

Betapa kecilnya diri ini. Jadi,tak ada alasan tuk menyombongkan diri di atas bumi ini,kalau mau menyombongkan diri pindah aja  ke planet lain..*lha??kok saya jadi sokbijak dan sewot begini yaa??* #Toyor2MukaSendiri.

Sabtu, Agustus 31, 2013

120 Menit Saja

Apa yang sobat lakukan saat berada di suatu tempat pertama kali di kunjungi seorang diri dan harus menunggu kedatangan travel dalam waktu yang cukup lama?? Mungkin ada yang menjawab istirahat,duduk disuatu tempat,atau berkeliling sekalian jalan-jalan bisa juga sekalian nyari pacar.

Kalau saya lebih memilih jawabannya,jalan-jalan bahasa kerennya Travelling. Itu yang saya lakukan saat berada di Kota Palembang pada pertengahan agustus ini. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan makanan khasnya, mpek-mpek. Kedatangan saya ke Provinsi ini untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat saya,Irma. Dari Kota Palembang menuju kediaman Irma,butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pukul 07:00 pagi saya sudah berada di Kota Palembang,setelah menempuh perjalanan 21 jam dari Kota Padang. Tempat yang pertama saya datangi adalah Mesjid Agung Kota Palembang. Saya mengikuti saran Irma,karena travel menuju rumahnya terletak bersebrangan dengan Mesjid Agung.Maka,saya harus menemukan mesjid ini terlebih dahulu. Bersyukur,dengan mudah saya bisa menemukan mesjid ini atas bantuan Bapak Sopir Angkot yang baik hati.

Sesampai di depan mesjid,saya mencoba menghubungi Irma dan memberitahu saya sudah sampai. Tak perlu pusing tujuh keliling,dengan mudah saya bisa menemukan lokasi travel yang di maksud,walaupun gak pas-pas amat,yang penting tau.hehe.Berhubung saya sampai diluar dari prakiraan Irma,saya sampai kepagian lho..Ia yang sudah 4 tahun mondar-mandir jurusan Palembang-Padang untuk studi di Padang,jadi sudah lebih berpengalaman dibandingkan saya yang baru pertama kali kesini.

Travel menuju kampung Irma mulai berangkat pukul 09.00 pagi. Sedangkan saya sudah ada pukul 07.00. Rasanya gak mungkin,saya menunggu dalam waktu yang cukup lama hanya dihabiskan buat menunggu. Rasanya waktu terbuang-buang sia-sia. Irma menyarankan untuk mampir ke Jembatan Ampera yang menjadi Ikon kota ini sambil berfoto-foto ria. Saya mengiyakan saja sambil mikir di jamban tetangga “apa??masak sepagi ini saya suda bernarsis ria di atas jembatan,apa kata dunia??”.


Sabtu, Juli 27, 2013

#CeritaBadai "Menuju.."

Yang puasa suaranya mana..??bagi yang belum gosok gigi gak usah bersuara dulu ya..gosok gigi dulu sana..!!

Sebelumnya,saya mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan,semoga diberi kekuatan,kesabaran menjalankannya dan diberkahi olehNya.Aamiin..
yang penting tetap semangat beraktivitas ya sob..!! semangat tidur misalnya..#eh??


Kayaknya Sudah pada gak sabaran pengen tau kelanjutan cerita badai,ya kan?? Enggak tuh..!!
Ya udah..saya gak jadi lanjutin ceritanya..-________- #Ngambek : Mode on
Daripada ngambek nanti bisa berubah jadi mbekk..mbek…mendingan lanjutin aja ceritanya deh. Ntar ada yang makin penasaran lagi..:D

Minggu, Juli 07, 2013

#CeritaBadai "Nasgor Pepaya"

Ketemu lagi dengan Yura disini..dimana ente Yura??#CelingakCelinguk
woiiii..ane disini #KeluarinKepalaDariDalamTongSampah 
weww..(?????). 
Maafin dakuw ya qaqa..menghilang dari dunia perblog-an karena satu dan banyak lain hal..AAAALAAAAAAAAAAAAAAAAASAAAAAAAAAAAAAANNNN…
 Kembali ke cerita Badai…

 17 juni 2013
Sekitar pukul 05:30 WIB,kita sampai di kota Sungai Penuh. Berhubung sungainya sudah penuh,jadi saya gak boleh numpang mandi #GagalPaham. Eh,tapi beneran kok nama kotanya Sungai Penuh.
Setiba di Sungai Penuh,kita akan diturunkan lewat jendela mobil di kontrakan Bg Jamie dan kita semua gak tau dimana tempatnya. Dengan panduan Bg Jamie lewat Hp,kita mendarat dengan selamat. Sampai-sampai Bg Jamie harus melambaikan tangan dengan rambut tergerai kayak iklan shampoo ketombe..hehe

Minggu, April 21, 2013

Xplore Pesisir Selatan @Pantai Carocok @Pulau Cingkuak @Puncak Langkisau


Makan udah,minum udah,mandi udah,kayaknya sayangin gue aja yang belum ne..eeh?? *Abaikan*. Kembali ke tanktop..

Oke,daripada gue gak jelas dan semakin gak jelas dan keliatan semakin gak waras. Lebih baik gue lanjutin cerita tentang jalan-jalan gue di  Kabupaten Pesisir selatan. Yang belum tau kisahnya,bisa ubek-ubek ini dan ini.

Setelah puas main air sampai basah kuyup,kita langsung meluncur pake perahu kertas menuju Pantai Carocok. Karena,sehabis maghrib kita akan langsung menyebrang ke Pulau Cingkuak untuk ngungsi semalam di sana. Sebelum nyebrang ke pulau cingkuak, daripada bengong kayak kambing ompong. Kita bermain di pantai sambil menikmati matahari sembunyi,bahasa kampung gue di Eropa sana, disebut sunset.

Pulau Cingkuak diliat dri Pantai Carocok

Pantai Carocok

Selasa, April 16, 2013

Xplore Pesisir Selatan @Air Terjun Timbulun



Nah,beberapa abad yang lalu,saya udah ceritain tentang jembatan akar yang terbuat dari akar..kalau jembatannya terbuat dari besi,namanya jembatan besi,kalau jembatannya terbuat dari kayu,namanya jembatan kayu..pada bisa bedainnya kan??pasti bisa donk..secara jenius dan pintar-pintar semua..hehe

dan kale ini,saya mau bercerita tempat wisata lainnya. Pasti pada nungguin yaa..aduh,gak capek apa nungguin??ntar lumutan lo…hehe



Setelah mendatangi dan menginjakkan tangan kaki di atas jembatan akar. Kita melanjutkan perjalanan menuju air terjun timbulun yang mempunyai tujuh tingkat. Keren kan??. Tetapi,kita hanya bisa mencapai tingkat tiga.

Air terjun ini berhulu di Taman Nasional Kerinci Seblat dan bermuara di Samudera Indonesia.Jarak air terjun ini dari kota Painan sekitar 3 Km dan 77 Km dari Kota Padang.  Letaknya di Kampung Painan Timur,Nagari Painan,Kecamatan IV Jurai.

Setelah mendaki gunung lewat di lembah,akhirnya kita sampai juga. Ketika baru turun dari elang mobil,langsung terlihat gerbang air terjun timbulun.

Sabtu, Januari 26, 2013

Visit Kerinci edisi Special Danau Kaco


Haii..boys and girls..apa kabarnya?? Semoga makin kece,cetar membahana,badai,ulala yaa.. (aduh..kok jdi mndadak Syahrini gini yaa??)



Oke,postingan kale ini masih bercerita tentang perjalanan ke kerinci beberapa minggu yang lalu. Pasti pada penasaran nungguinnya ,ya kan?? *PD amat ente ya,Yura*
Setelah dari Danau Gunung Tujuh,kita melanjutkan perjalanan  kembali mengunjungi destinasi yang gak kalah kerennya..#tsaah. Ini Ciyus lo..



26 Desember 2012

Pagi-pagi sekali kita sudah bangun. Karena,kita akan mengunjungi danau kaco (danau kaca),dan malam harinya kita mau pulang ke kota Padang tercinta. Jadi,harus cepat bergerak biar gak ketinggalan mobil. Danau kaco yang berada di Desa Lempur,  Kecamatan Gunung Raya, Kab. Kerinci. kurang lebih sekitar 1 jam perjalanan menggunakan kendaraan dari kota Sungai Penuh . Perjalanan ke danau Kaco kali ini lebih rame,Kak Sandra, Bg Simon, Bg Dayat Dan Bg Bento ikut serta. Senangnya..rame euy..

Sekitar pukul 7 pagi,kita mulai bergerak dari rumah Kak Sandra. Sebelumnya kita mampir dulu di Rumah Makan  membeli makanan untuk makan siang. Dan sarapan bersama..


Setelah perut Kenyang dan mata mengantuk kita kembali melanjutkan perjalanan.  Kita menyusuri jalan kearah selatan kota sungai penuh.  sepanjangan perjalanan pemandangan yang disuguhkan gak kalah kerennya. Bawaanya melek terus..celingak-celinguk kiri dan kanan,mana tau ada liat brondong keren..haha #Parah.



Kamis, Januari 17, 2013

Visit Kerinci (Danau Gunung Tujuh) Part 3


Yang belum baca cerita sebelumnya,silahkan ubek-ubek part 1 dan part 2..

Setelah istirahat dan mengumpulkan tenaga dengan sebatang rokok..eh itu khusus buat bg Jamie yaa..kita yang cewek2 gak ngerokok kok. Kita kembali melanjutkan perjalanan. Kak Aan berada diurutan pertama dan saya dibelakangnya. Kebetulan juga,carrier kak Aan berat jadi pengen cepat2 sampai. Mendaki dan menurun itu hampir sama saja. Saat menurun kita butuh kekuatan kaki yang kuat agar seimbang menahan berat badan sekaligus beban,takutnya kita bisa meluncur dengan indah ke bawah. Lagipula saat itu jalan licin. Penurunan bener2 deh. Ketika menurun,saya dan Kak Aan kepikiran bagaimana jalan pulang besok.Karena,kita tetap melewati jalur yang sama. Aah..yang penting sampai dulu,pulangnya nanti dipikirkan. Mana tau  kita pulang dijemput ama helicopter atau pinjam pintu ajaib doraemon #Ngimpi.

Sekitar pukul 19:30 Wib,kita sampai juga di pinggir danau setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan,terutama bagi Bg Jamie dan Velyz,secara mereka baru turun dari Gunung Kerinci,kemudian dilanjutkan ke  Danau Gunung Tujuh. Woow..

Saat itu,sudah ada beberapa tenda dipinggiran danau. Tak lama kemudian,kita mendirikan 2 buah tenda. Setelah semua beres,kita langsung memasak beras (nasi kan udah masak,jdi gak prlu dimasak lgi..).

Lagi-lagi ada saja kejadian yang bkin nyesek. Tau gak??lagi asyik2 masak didepan tenda,ternyata datang seonggok..eeh seorang pria yang manggil dengan sebutan “abang”helloo..saya itu perempuan tulen,jangan manggil abg donk!!ckck. Mungkin karena pencahayaan kurang, kebetulan juga lagi make jaket hitam dan jilbab abu2. Saya dengan manis mengiyakan apa yang dikatakannya,dan dia pun berlalu. Ternyata dia mahasiswa disalah satu kampus di Kota Jambi lagi pelantikkan anggota Mapala dikampusnya,jadi kalau agak sedikit ada kehebohan,harap dimaklumi.
Aaah..biarin deh. Gak perlu dipikirin.

Cuaca yang dingin membuat perut minta cepat2 diisi,setelah beras masak, waktunya makan malam bersama.sedapnya..

Setelah capek ngomong-ngemeng,akhirnya anggota tubuh demo minta diistirahatkan. Kita pun menggenakan peralatan tempur masing2,jaket tebal,sarung tangan,kaus kaki,kupluk dan masuk kedalam sleeping bag masing2. Belum lengkap rasanya,kalau gak narsis sebelum tidur.paraah banget tingkat kenarsisannya yaa??hehe

Rabu, Desember 05, 2012

Catatan Perjalanan : Menyusuri Perut Bumi


Jadi,ceritanya begini…dengarin yaa…awas kalau ada yg ketiduran,tak jewer telinganya #sadis. Sebulan yg lalu,itu tgl berapa,ya??(liat  ja kalender sendiri,yaa..:) ) saya pergi bareng teman2 Padang Backpacker Community,menyusuri Goa not Gua..(lo gua end..weeww..).

Namanya goa air,yang terletak di Kenagarian Sisawah,Kecamatan Sumpur Kudus,Kabupaten Sijunjung. Daerah ini terkenal dg nama “Negeri Seribu Goa”.Disebut negeri seribu goa,karena banyak terdapat goa di sana,ada goa vertikal dan horizontal. Lama  perjalanan lebih kurang 5 jam dari kota Padang sampai desa terdekat,kalau lebih dari 5 jam itu namanya,nyasar..hahaha..Upss bukan nyasar,tapi kelewatan,ya gak??ya,kan??

Kami berangkat sekitar pukul 7 malam dari Padang. Yang ikut sebanyak 13 orang,dan ada 1 orang nyusul pake motor dari Payakumbuh. Kami  mengendarai elang 2 unit mobil menuju lokasi. Kami menikmati perjalanan (Kamii..loe aja kle,Yuraa..#jleb),rata2 ini ini pengalaman pertama kami menyusuri perut bumi,beberapa puluh tahun lalu saya pernah juga menyusuri perut,menyusuri perut Mama seh..hihi (Jangan GILAA donk Yuraa..).

Setelah menempuh perjalanan 2 jam lebih ,perut kami pada kelaparan,ada yang mulai kerocongan,ngerock,dangdutan,bahkan mungkin marawis. Kebetulan mobil saya (Sejak kapan ente punya mobil Yura?makan lontong aja sering nguntang ama buk kos..!!#jleb).

Selasa, September 18, 2012

Gaul Bareng Bule


Ehem..uhuukk ..ambil suara dikit dulu,yaa..mklumlah,suara2 saya serak-serak becek. Sudah beberapa abad *lebay*saya hilang timbul dari dunia blog-blog an (Aduh..yra,nulis yg bener donk yuraa…malu atuh,sama anak Playgroup). Tiap malam,blog ini menghantui saya untuk segera mempublish tulisan terbaru,ter hot,ter absurd,ter ngaco..dan masih bnyak ter..ter..yg lainnya..Yang penting,penulis dan empu nya tetap TerCantik dan TerUnyu (Hueek…#Muntah7BakMandi). Kadang,urusan di dunia nyata menguras pikiran,emosi,dompet dan bak mandi. Yang mengalihkan dunia ku..

Oh,iyaa..saya mau cerita ne..ceritanya masih baru  dan hot bgtz kok..kasihan jga kan,klo yg hot2 didiamin trlalu lama,ntr dingin,trus dilalerin. Gak bangetkan?

Senin, Agustus 13, 2012

Menyusuri Jejak Tan Malaka


Wah,ternyata dah lama juga,ya.. saya nyuekkin si Blog,maafin yee...maklum saja lah..puasaa..enakkan tidur..hehe #Ngeles

Berkat keisengan saya bergabung di Fanpage Backpaker Indonesia (BPI),tapi kayaknya gak iseng2 jga kle.Ya pngen gabung aja,mana tau saya nemu pangeran saya..lha??apa seh,yuraa..?Gak kok,pngen berbagi pengalaman dengan backpaker2 yg lebih berpengalaman dibandingkan saya..

Ketika itu,salah satu anggota BPI,mengirimkan artikel di grup BPI tentang Tan Malaka. Dan beliau adalah salah satu pengagum Tan Malaka dan ingin sekali datang ke rumah kelahiran Tan Malaka. Saya pun berniat mencarikan informasi bagaimana transportasi kesana,dan lain2nya yang dirasa perlu. Kebetulan, sepupu saya,papa nya berasal dari kecamatan yang sama. Ternyata,teman2 Backpaker dari Padang membaca komentar saya,dan mengajak mencari informasi Tan Malaka. Ya udah,saya pun menyetujuinya dan janjian bertemu.

Walau saya asli orang Padang tapi,saya tidak tau kalau rumah kelahiran Tan Malaka telah dijadikan Museum dan Perpustakaan. Cuek bgtz,saya yaa..masak orang yg jauh diseberang sana,lebih tau info tentang tan malaka dibandingkan saya..heuheu..Malangnyaa..sepertinya,saya harus pensiun dini jadi orang Minangkabau hoho. Tak lupa saya juga berterima kasih kepada Bapak Harry A poeze,seorang sejarawan asal Belanda, yang telah berupaya memecahkan misteri Tan Malaka selama 4 dasawarsa. Karena tak banyak ilmuwan yang mau yang mau meneliti tentang sosok Tan Malaka.Kayaknya,takut dicap PKI,kale yaa..

Rabu, Juni 13, 2012

Menuju Puncak Gn.Padang


Haii..teman2..apa kabar semuanya..?saya harap semua dalam keadaan sehat walafiat, alhamdulillah luar binasa biasa..hehe :D (Yra mulai gak jelas..maaf, ya..Mas Bro dan Mbak Bro..)

Hari ini, saya mau berbagi sedikit uang cerita tentang kegiatan hari minggu bulan lalu (27/05/2012). Hari ini, saya berpetualang ke Gunung Padang, bersama tiga orang cowok, yang kegantengannya hampir mirip dengan boyband korea..#hueek..hahaha. Mereka itu adalah Sulung, Andri dan Nanda (adek kos andri).Rencana berpetualang ini, sebenarnya sudah pernah direncanakan sebelumnya. Karena berbagai hal, Jadinya batal. Saat saya bisa, sulung yg gag bisa. Saat sulung bisa, saya yang bisa. Kalau andri, gimana?? Andri itu gag usah ditanya, dia selalu bisa. Kita berduakan Manusia2 super sibuk dan sok sibuk..hehe. Walaupun sempat batal, alhamdulillah akhirnya terlaksana juga berkat izin ALLAH SWT..#MamahDedeh:ModeOn

Pukul 07:00 WIB kita janjian bertemu di Pantai Padang dan kemudian baru melanjutkan perjalanan menuju Gn.Padang. Seperti biasa, saya duluan nyampe. Sepertinya, jam para kaum adam itu, jam karet deh atau batray jamnya sudah pada soak. Saya pun mencoba menikmati udara pagi nan segar dan nyanyian ombak..(sok sweet).





Rabu, Mei 16, 2012

Pesona Danau Maninjau

Tanggal 5 mei 2012 kemaren, saya berkesempatan berwisata ke Danau Maninjau. Sebenarnya tidak pantas disebut berwisata seh, soalnya dapat tugas  dari Big Mother alias Mama tercinta untuk nemanin adek saya witri, ikut tes masuk SMA Cendikia. Kebetulan SMA Cendikia yang dipelopori oleh Bpk. Bachtiar Chamsyah(Mantan Menteri Sosial RI) yg asli orang Maninjau, berada ditepi Danau Maninjau. Istilahnya, sambil menyelam pipis dicelana.hehe..Menurut saya sekolah didekat danau itu sesuatu bangetzzzz ditambah lagi dengan udara yang sejuk. Bayangin saja, bangun tidur langsung lihat danau. Kebetulan SMA ini mewajibkan siswanya tinggal di Asmara eeh..Asrama. Kalau boleh saya pengen tukaran sama adek sekolah disini, biar adek saya saja yang pusing mikirin skiripsi #ngarep.

Jumat, Maret 16, 2012

Resepsi "Lingga Anjani" + jalan2

Tak terasa, akhirnya teman kos saya Lingga Anjani mengakhiri masa lajangnya. saya kapan yaa??#liriksanasini. Pada tanggal 17 februari kemaren, lingga melangsungkan Resepsi Pernikahannya. Ijab Qabulnya sudah dilaksanakan bulan Desember 2011 lalu. Berhubung keluarga lingga ada kemalangan jadi resepsinya di mundurkan. Syukur lah, gag kayak ayu dewi..lhaa??