Sabtu, Juli 27, 2013

#CeritaBadai "Menuju.."

Yang puasa suaranya mana..??bagi yang belum gosok gigi gak usah bersuara dulu ya..gosok gigi dulu sana..!!

Sebelumnya,saya mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan,semoga diberi kekuatan,kesabaran menjalankannya dan diberkahi olehNya.Aamiin..
yang penting tetap semangat beraktivitas ya sob..!! semangat tidur misalnya..#eh??


Kayaknya Sudah pada gak sabaran pengen tau kelanjutan cerita badai,ya kan?? Enggak tuh..!!
Ya udah..saya gak jadi lanjutin ceritanya..-________- #Ngambek : Mode on
Daripada ngambek nanti bisa berubah jadi mbekk..mbek…mendingan lanjutin aja ceritanya deh. Ntar ada yang makin penasaran lagi..:D


Setelah dapat kabar bahwa aktivitas Gunung Kerinci naik 30 %,kita tidak langsung percaya. Kita semua yang di pos 3 mencoba melihat tanda-tanda alam. Saat itu,semua seperti biasa gak ada yang beda dan menunjukkan keanehan. Burung-burung masih terbang dan bersiul kian kemari. Biasanya,insting hewan lebih kuat dalam membaca tanda-tanda alam. Selain itu,Bg Jamie juga menghubungi temannya yang tinggal di Kersik Tuo dan mencari langsung kebenaran info tersebut.

Setelah Bg Jamie semedi dibawah rumput bergoyang,akhirnya kita memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Dan jika memang status Gunung makin meningkat dan menunjukkan tanda-tanda peningkatan,mau gak mau kita semua harus langsung turun. Saya pun berusaha mempersiapkan hati yang lapang sebesar lapangan terbang kelas internasional,jikalau saya gak bisa sampai puncak pada pendakian kale ini.huhuhu…walaupun gak banyak gunung yang saya daki,setidaknya saya bisa mencapai Puncak. Puncak menjadi salah satu target kebanyakan orang mendaki gunung. 

Yang kudu harus saya lakukan adalah untuk menikmati pendakian kale ini. Bukan dari awal saya gak menikmati..saya menikmati kok,liat saja muka saya nikmat banget untuk dilempar pake kulit duren..lha?? #tragis.
Selangkah,dua langkah,3 langkah..kaki kita mencoba terus melangkah untuk segera sampai di shelter 1 dan istirahat plus maksi (Makan Siang gitu lho..:D). jalanan menuju shelter 1 lumayan dan tidak terlalu banyak tanjakan yang ektrim. Lama perjalanan kita dari Pos 3 menuju shelter 1 lebih kurang 1,5 lebih 15 menit (anggap aja deh 2 jaman daripada susah mikirnya..:D ).

Saat dalam perjalanan menuju shelter 1,angin terus bertiup membuat suasana menjadi dingin. Kak Aan yang tadinya santai gak makai jaket,sampai-sampai harus memakai sweater nya. Sebenarnya tubuh saya juga merasakan hal yang sama,tapi masih bisa ditahan alasan sebenarnya malas bongkar-bongkar tas..:D. Karena malas,jadinya hidungnya meler-meler karena dingin. Ujung-ujungnya,saya melipir lap ingus ke syal kak Aan..haha *Ampuun Kak..*

Sudah tak terhitung berapa langkah kaki kita melangkah pokoknya sudah lebih dari 1000 langkah, tak terasa akhirnya kita sampai juga di shelter 1. Horaai…*mendadak goyang Bg Jali*.Semua bergegas melepas carrier masing-masing,capek bin pegel euy..sementara,3 pendaki asal jakarta sedang asyik bersantai melepas lelah. Ditambahkan kedatangan kita,suasana menjadi rame.

Semua pada mengambil nafas,mengumpulkan tenaga dan meluruskan kaki sebelum acara masak-memasak buat makan siang. Pemandangan dari shelter 1 bener-bener luar biasa menurut saya, dengan cuaca yang cerah, langit biru dan awan putih menambah keindahan pemandangan. Terlihat jajaran bukit, perkampungan,persawahan dan perkebunan masyarakat. Saya menganggapnya seperti sebuah maket, yang tak bisa dipungkiri indahnya karya Sang pencipta. Namun disini anginnya lebih terasa karena tempatnya sedikit terbuka dan membuat badan sedikit kedinginan plus hidung meler.






Lagi-lagi asyik masak-memasak ala ibuk PKK (ente aja kale Yura..) datanglah serombongan pendaki dari Kota Bangko yang masih termasuk dalam provinsi Jambi,suasana semakin bertambah rame. Saya jadi kepikiran masalah meningkatnya aktivitas Gunung Kerinci. Kalau memang Gunung mengalami peningkatan aktivitas,seharusnya rombongan yang dibelakang kita tidak diizinkan untuk mendaki dan kenyataannya enggak. Atau jangan-jangan mereka terjun bebas dari atas pesawat jadi gak ada yang tau.

Setelah istirahat sekitar 1 jaman,kita kembali melanjutkan perjalanan.  Tak lupa narsis dulu disini. Taraa..


@ Shelter 1


Setelah istirahat cukup lama dan mengisi perut,kaki dan nafas harus kembali menyesuaikan dengan tubuh. Baru beberapa menit berjalan,saya harus istirahat, menarik nafas dan minum. Angin semakin terasa dan menusuk kulit sampai kulit saya berdarah-darah #lebay.
Target kita kali ini ngecamp di Shelter 2. Jalanan menuju shelter 2,sangat woow sekali bagi saya. Beberapa tanjakkannya luaar binasa biasa. Pokoknya seru-seru gimana gitu (ngomong itu yang jelas donk Yura..). Serunya itu,pas edisi manjat dan berpengangan diakar-diakar pohon jadi berasa tarzanwati,secara udah lama tinggal di kota. Kangen juga euy #lha (Stressnya kumat).



Semakin lama berjalanan,ternyata angin juga semakin kencang. Tadinya,saya yang santai gak memakai jaket,harus rela bongkar-bongkar carrier daripada kedinginan. Bahkan Kak Aan harus memakai 2 lapis jaket. Mulai dari shelter 1 angin tak henti2nya bertiup. Serasa pohon mau tumbang,dan badan saya berasa mau terbang. saya yang berjalan dibawah pepohonan harus waspada takut ketiban pohon,kalau ketiban rejeki sih gak takut,apalagi kalau ada ketiban brondong kece bin unyu..*mulai gila*.

Otw Shelter 2


Tanjakannya lumayun..:D

Kedinginan dan kepanasan..:D

Mendekati shelter 2,Bg Ahmad,Sergey dan Karina meminta ijin duluan jalan menuju shelter 2,sekalian mendirikan tenda. Jadi tinggal lah kita berenam yang masih berjalan dengan anggun bak peragawan dan peragawati kebelet pipis. Kita berenam cukup berjarak. Randa yang berjalan cepat menyusul Sergey dan lainnya,saya dan Kak Aan jalan santai kayak di pantai sambil terkulai-kulai, kak Sari,Kak Yandhi dan Bg Jamie menyusul dibelakang kita.

Walaupun nafas sudah satu-satu dan kaki sudah mulai protes,masih sempat2nya ketawa-ketiwi gak jelas kalau lagi capek. Setidaknya,dengan tertawa bisa mengurangi rasa lelah,kalau dibawah ngeluh malah makin capek. Kalau capek tinggal istirahat,gitu aja kok repot. Kalau gak mau capek,tidur aja dirumah..(lha..saya kok jadi sewot begini ya?).

Setelah berjuang dengan sangat,sekitar pukul 5 sore saya dan Kak Aan sampai di shelter 2,rasanya itu sesuatu banget. Ibaratnya,orang yang nahan rindu ama pacarnya karena sudah berabad-abad tidak bertemu,dan akhirnya bertemu juga. Bayangin deh gimana rasanya. Lega dan senang pastinya. eaaa..

Sesaat sampai di shelter 2,niat mau nungguin yang masih dibelakang,jadinya saya hampir dijatuhkan angin. Karena kaki sudah tidak kuat menahan karena terpaan angin yang kencang, walaupun sudah pakai tongkat. Di tempat saya berdiri itu,tempatnya agak sedikit terbuka jadi kekuatannya angin lebih terasa.  Karena tidak kuat,akhirnya dengan bantuin angin saya langsung terduduk dan tergeletak ditanah begitu saja. Kalau ada truk lewat pasti saya langsung ditabrak. Dengan gaya ngesot-ngesot saya berjalan menuju tempat camp yang agak sedikit menurun ke bawah,tapi ngesotnya gak sepanjang jalan kok,ntar  nyaingi suster ngesot donk..!!

Sesampai di lokasi camp,kita langsung disambut Sergey dan Karina yang langsung memberikan cappuccino hangat,tanpa mikir lama-lama,minuman hangat langsung disambar secepat kecepatan cahaya. Seketika itu juga,kita langsung membantu Randa yang lagi diriin tenda. Kita pun bergelut dengan angin sambil mendirikan tenda.Saking kencangnya angin,stik tenda Randa pun patah. Di lokasi yang sama sudah ada 2 buah tenda yang berdiri,jadi disana cuma muat untuk dua tenda, tenda Randa dan tenda Sergey. Jadi,tenda Bg Jamie didirikan dibagian atas. Kata Bg Jamie, di shelter 2 ini sangat cocok kalau mau liat sunset. Jarang-jarang juga sih,saya nanjak bisa ngeliat sunset.


Buruan pasang tendanya Mas dan Mbak Bro!!

Angin yang tak kunjung berhenti,selesai tenda Bg Jamie didirikan niat hunting sunset udah hilang. Kita semua langsung numpuk nemplok ( bahasa apalah saya ini??) di tenda Bg Jamie. Berasa ikan sarden,tenda diisi oleh 9 orang. Woow banget deh. Semua aktivitas dilakukan dalam tenda. Masak,makan,minum,main bola,pipis,pup semua dilakukan dalam tenda,karena malas keluar tenda. Sejak tenda didirikan sampai malam harinya,angin tak berhenti menerpa. Saya jadi mikir,kalau anginnya sekencang ini terus,gimana mau summit?? Aah..sudahlah saya gak boleh mikirin muncak saat kondisi alam tak bersahabat.

Berhubung sudah larut malam,karena udah capek main truth and dare sampai ada yang makan bawang. daripada hukumannya lebih sadis,lebih baik diakhiri  dan segera istirahat. Mana tau bisa muncak walau sebenarnya tipis harapan. Ya tapi ngarep-ngarep dikit boleh lah. Semoga harapan-harapan kita didengar oleh Nya.
Sebelumnya,kita tidur dibagi dalam 3 tenda,jadi pas masing-masing tenda 3 orang. Karena alasan badai,jadinya dibagi 2. Tenda Sergey diisi 3 orang,tenda Randa diisi barang-barang dan tenda Bg Jamie diisi orang-orang eeh orang maksudnya. Saya merasa dalam kaleng sarden. Aah..yang penting kan kebersamaanya,cukup hati aja yang diperlapang,kalau hati udah lapang,yang sempit akan terasa lapang selapang lapangan GBK.Asseek..


Empet2an euy..




Demi menciptakan kerukunan dan kedamaian dalam tenda,kita membagi lahan tidur sesuai porsi tubuh masing-masing (lha..?emg makanan..). Saya pun kebagian tidur paling pinggir dekat pintu. Alah mak..rada-rada parno juga sih. Kalau-kalau anginnya kuencang pake banget,berhubung badan saya kurang gemuk bisa-bisa saya diterbangkan keluar. Oh..jangan sampai itu terjadi.
Perlengkapan tempur untuk tidur sudah terpasang,kaos kaki 2 lapis,sarung tangan 2 lapis,jaket udah,dan Sleeping Bag. Waktunya tidurrrrrrrrrrrr…

Badai yang tak kunjung berhenti sepanjang malam. Terus-menerus menerpa tenda dan membuat sedikit berisik. Semua itu berhasil membuat saya tak bisa tidur sepanjang malam. Mata tertutup, hati terus begadang dan was-was. Saat angin berhembus kencang,saya langsung meluk kak Aan yang tidur disebelah dan manggil namanya..
“Kak..Aaaaannnn…atuuut..” *Pasang gaya sok imut*

Sesekali melihat ke atas,mana tau bagian atas tenda copot,trus kita beratapkan langit. Bahkan sampai-sampai saya membayangkan,kita bisa diterbangkan bareng-bareng. Jadi membayangkan film kartun yang berjudul “UP” rumahnya diterbangkan oleh balon. Jangan sampai kita ngalaminnya deh. Atuutt Mak..

Saking gak bisa tidurnya,jadinya saya grasak-grusuk sana-sini kayak cacing kepanasan. Sampai-sampai resleting Sleeping Bag saya ngerror. Resletingnya gak mau nutup dengan sempurna. Jadi,harus bangun berkali-kali untuk ngecek resleting. Bergerak dikit resletingnya langsung copot dan membuat saya kedinginan bahkan hati saya menjadi beku.. (haalaah…masak pake hati segala sih Yura..jangan lebay deh…). Daripada tiap sebentar bangun lagi,duduk lagi,bangun lagi,duduk lagi,kapan tidurnya ne Badan. Ujung-ujungnya saya ngebajak Sleeping Bag Bg Jamie,syukur Bg Jam bawa SB cadangan.

Kesimpulannya,saya gak pernah bisa tidur sepenuhnya. Kasihan banget deh saya..udah jauh-jauh pergi ke atas Gunung, tidur di hotel bintang tak terhingga, malah gak bisa tidur. Oaaalaah..tragis sekali cuii..
Sekitar pukul..pukul berapa ya?? Saya  juga lupa ne. Kira-kira pukul 03:30 tiba-tiba aja suara orang berteriak-teriak sambil bawa pentongan dan bilang 
“sahuurr….saahuuurr…saahuuurrrr..sahuurrrrrrrrrrrr..”

Eh..salah ya? Maaf,maklum kebawa suasana Puasa. Ada suara..
“Puucuuuk..puuuccuuukk..#korbanIklan. Muncak..muncak oii…”.

 Dan langkah kakinya,semakin lama semakin mendekat ke tenda kita. Saya yang jadi satpamwati yang menjaga keamanan tenda Bg Jamie dan segala penghuninya harus waspada. Orang itu meminta untuk membuka tenda. Dibukain gak ya??


Apakah Yura bersedia membuka tenda??siapakah pemilik suara itu??(kasih tau gak ya??) Penasaran,dengan kisah selanjutnya..mari kita tunggu beberapa abad kemudian..

WOOIIIII…YURAAAAAAAAAA…KELAMAAN TAU..*Dilempar pake Toa Mesjid*.

Note : mau kasih liat videonya,sayang Inet kayak siput.Maklum lagi di Kampung..kalau udah lancar lagi,ntar di upload deh..:D

#Foto by Yura and Bg Jam

16 komentar:

  1. ini sih cerita bersambung...endingnya bakal lama kayaknya,
    tp seru juga ngebaca cerita Neng yura...
    Saran aja ,kalo nggak bisa tidur ada baiknya ngayalin sesuatu contoh: ngayalin wajah bebek pasti bisa tidur...wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh..gak bakalan lama kok Bek..asal Bebek ttp setia menunggu. Yg pnting gak akan nyaingi Tersanjung ama Cinta Fitri kok..

      wah,klo bayangin bebek dijmin bklan susah tdur..hehe

      Hapus
  2. ckkcckkkkkkkkkkkkkk

    gado2 ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gado2 enak Lho Bg Abe..traktir yra semangkok Ya..:D

      Hapus
  3. woh, di atas gunung ada cor-coran semen? itu di shelter 2. Saya kira di gunung itu bertenda beralaskan tanah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu cor-coran nya cma dipinggir2nya doank Mas..tidur tetap diatas tanah beralaskan matras..:D

      Hapus
  4. makin seru saja kisah petualangan di gunung kerinci ini...tapi dapat tugas mulia tuch...kebagian tidur paling pinggir dekat pintu sekaligus menjadi penjaga pintu tenda.....asyiiikkkkkk :-)

    BalasHapus
  5. untung gak terbang, ya, tidur dipinggir hihihi

    BalasHapus
  6. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

    BalasHapus
  7. Wkakakak ^_^ Nice Blog
    Visitback ya..
    www.asfa id.blogspot.com

    BalasHapus
  8. masih suasana lebaran khan,
    jadi nggak apa2 kan kalo aku mohon dimaaafkan lahir batin kalau aku ada salah dan khilaf selama ini,
    back to zero again...sambil lirik kiri kanan nyari ketupat....salam :-)

    BalasHapus
  9. keep happy blogging always...salam kemerdekaan :-)

    BalasHapus

Buruaan komentar..selagi gratis..:D