Minggu, Desember 22, 2013

Lain Gunung, Lain Ceritanya

Setiap gunung yang didaki, plus bikin badan banyak daki, selalu ada saja cerita yang berbeda yang bikin saya ketawa-ketiwi sendiri. Idih..Yura gila ya, sekarang??

Saya mulai tertarik dan diajarkan plus diracuni mendaki gunung, sekitar tahun 2009. Itu karena dekat ama teman yang anggota Mapala di kampus saya. Kalau saat itu saya dekat dan mainnya ama Nikita Willy, bisa jadi saya sekarang sudah aktris kejar tayang dalam sinetron sandal jepit yang tertukar. Kalau saja saya dekat ama annisa chibi, bisa jadi sekarang saya sudah jadi member AKB48 *eh?* (Yura mulai ngawur..Yura mulai ngawur..)
Namanya juga jalan-jalan ke gunung, jadi banyak hal tak terduga yang bisa terjadi diluar kendali kita.

Waktu pendakian pertama, saya dengan teman-teman yang lainnya mencoba mendaki gunung Marapi. Hal yang tak terlupakan buat saya, ketika saya dan Mia berdua dalam satu sleeping bag. Saat itu, teman saya Hendra, lupa membawa sleeping bag, dan kita takut hendra kedinginan dan bisa-bisa ia kena hipotermia. Saat itu lah kepedulian kita teruji. Apa kita tega melihat teman seperjuangan dan teman sama-sama mendaki dari bawah, merasa kedinginan. Berhubung, badan saya kerempeng kayak tangkai sapu, dan Mia badannya imut kayak marmut (piss mia \/). Jadi, kita memutuskan untuk satu berdua dalam sleeping bag. Ternyata perjuangan masuk ke dalam sleeping bag bener-bener ruaarrr biasaaa. Walaupun badan kita sama-sama imut, tetapi tak semudah itu untuk menutup resleting. Jika sobat pernah berusaha menutup reseleting tas yang isinya sudah sangat padat sekali, seperti itulah perjuangan Hendra untuk menutup resleting sleeping bag kita. Karena saking romantisnya saya dengan Mia ( romantis apa kesempitan tu jeng?), ujung-ujungnya kita kepanasan kayak jagung rebus. Kepanasan cyiinn...AC mana AC..

Kita tinggalin cerita diatas, lain lagi ceritanya waktu saya mendaki Gunung Singgalang. Penasaran ya? Sama, saya juga penasaran. Saya harus mencoba minum air putih yang dicampur dengan minyak kayu putih. Kebayang gak gimana rasanya?? Kalau penasaran coba aja..hehe. Saat itu, Bang Anto tengah malam sakit mual-mual plus muntah-muntah. Padahal ia kelihatan baik-baik saja dari awal dan semangat kali pas nanjak. Bukan kayak saya, yang keseringan kecapekan. Kebetulan, cewek yang ikut hanya ada saya dan Kak Yandhi, jadi kita harus rela bangun tengah malam untuk memasak air panas. Ngeliat Bang Anto mirip bumil yang terus mual-mual, saya sudah rela kalau gagal ke puncak untuk besok paginya. Hikss. Tapi, saya masih berharap bisa muncak besok pagi.hehe. 

Daripada mual-mual terus, Kak Yandhi menyarankan mencoba minum air yang dicampur sama minyak kayu putih. Apaa??. Berdasarkan pengalaman Kak Yandhi, ini pernah dilakukannya dan tidak ada efek samping. Kita pun berusaha membujuk Bang Anto untuk minum air ramuan ala Kak Yandhi. Bang Anto menolak. Kita kan takut Bang anto kenapa-kenapa, di atas gunung ini gak ada klinik bersalin ( emang ente mau ngapain, Yura??). Untuk meyakinkan Bang Anto, terpaksa kita bergilir mencoba meminum air kayu putih. Ondeh mandeh. Jauh-jauh ke gunung hanya untuk minum seteguk air berasa minyak kayu putih. Sedikit lebih baik, sih, daripada minum air sambil terbayang wajah mantan. Nah lho?? ( Mantan majikan, ya, Yura?)

Setelah, kita berdua meminum air tersebut dan tidak kejang-kejang, baru lah Bang Anto mau meminum air tersebut. Oalaah..buat anak kok coba-coba. Keesokan paginya, Bang Anto sudah oke lagi, akhrinya kita bisa muncak juga..Horraiii...
(Yang mau coba ramuan ini, silahkan, harus dibawah bimbingan orang tua, ya..)

Marapi udah, singgalang juga udah. Lain lagi cerita waktu ke Gunung Kerinci. Padahal tenda ada 3 buah dan sudah dibagi-bagi tiap tenda 3 orang. Karena badainya yang super dahsyat. Kita langsung menyerbu tenda Bang Jamie. Tenda yang isi maksimalnya 5 orang, dimuat-muatin jadi 6 orang. Kalau orangnya mirip kurcaci bisa muat kurcaci sekampung.

Dalam tenda berasa mirip ikan sarden. Bergerak aja susah, apalagi salto dan guling-guling. (Helloo..kalau mau guling pindah aja ke lapangan bola Neng!!).
Ya begitu lah kalau naik gunung, ada-ada saja hal yang membuat perjalanan makin berkesan dan tak terlupakan.Tsaah.

Kalau begitu, nanjak kemana lagi kita ne?? ;)


Sabtu, Desember 14, 2013

Yang Sabar Ya..

Saat diberitahu oleh teman saya, sebut saja namanya Bunga.  Bunga adalah teman saya waktu masih pakai putih abu-abu beberapa tahun yang silam. Pernah jadi teman sekelas, teman sekamar dan satu kosan. Saya sudah berapa kali main ke rumahnya dan sudah mengenal anggota keluarganya. Beberapa lama kita kehilangan kontak, sebenarnya salah saya juga sengaja menghilangkan diri dari orang-orang terdekat. Hehehe. Tapi, saya masih menyimpan nomor kontaknya. Rasanya, tak perlu lah saya beritahu alasannya. Hahaha *bikin penasaran*.

Beberapa bulan yang lalu, saya mencoba menghubunginya. Bunga merasa senang sekali bisa berhubungan lagi dengan saya. Bahkan Ia juga berusaha menanyakan nomor hape saya kepada teman yang lainnya. Oh My Woow..ternyata ada juga orang-orang yang merindukan dan mencari-cari saya, ya? Kirain cuma Densus 88 aja yang nyarin saya..lha? emang situ teroris ya, Yura? (kasih tau isi gak, ya?).

Sekitar 2 minggu yang lalu, menghubungi saya dan menceritakan kalau Mama nya mendadak terkena kanker payudara. Saat itu bunga memberitahu sms, saya berasa kesentrum kena tegang listrik tegangan tinggi yang membuat saya terdiam, gak tau apa yang mau dibalas.

Terbayang beberapa tahun yang lalu saat mampir ke rumahnya, Mamanya dengan tubuh sehat, tinggi dan semangat bekerja. Tak menyangka, akan mengalami hal ini. Ternyata bukan saya saja yang terkejut mendengarnya, mereka sekeluarga juga terkejut dan tidak menyangka. Selama ini, Mama bunga menutupi dan tidak memberitahu benjolan yang terdapat Payudaranya, saat benjolan itu menimbulkan rasa sakit, baru beliau memberitahu anak-anaknya. Setelah dicek ke dokter, ternyata positif kena kanker payudara. Hiks


Terdiam cukup lama, entah kenapa saya terlalu berat menuliskan “Yang sabar ya Bunga..”. Rasanya, tak semudah itu saya menuliskan sabar. Kata sabar itu memang gampang menuliskannya, tetapi kenyataannya sabar itu bener-bener berat dijalani. Saya mencoba kembalikan pada diri saya sendiri? Apa saya bisa dengan mudah bersabar saat Mama saya yang mengalami hal itu?. Hikshiks

Saya mencoba menguatkan Bunga, dengan membalas pesannya “ Berdoa yang banyak, semoga sekeluarga diberi kekuatan tuk menghadapi dan Mama diberi kesembuhan oleh Allah SWT”. Semoga dengan doa yang terus dipanjatkan kepada sang pencipta, mereka sekeluarga diberi kekuatan dan kesabaran menjalani semua ini. Bukankah kita, sebagai manusia menjadi shalat dan sabar sebagai penolong.

                                                                                                وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
Mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat (QS. Al Baqarah: 45)

Bunga merasa hidupnya sekarang ini terasa berat dan tak menyangka ini akan terjadi kepada keluarganya. Sebagai manusia, saya hanya bisa menguatkan, bahwa semua yang terjadi karena kehendak yang kuasa. Walaupun begitu, Bunga masih berfikir, Tuhan pasti punya rencana baik untuk ia dan sekeluarga.

Semoga apapun yang kita alami, kita bisa mengambil sisi baik disetiap kejadian yang ada.

Rabu, Desember 11, 2013

Malas Bertanya, Salah Masuk Busway

Jadi ceritanya begini, saat berkunjung ke kota Pekanbaru dua bulan yang lalu. Ngapain ke Pekanbaru Yura? Mau ngembangin usaha pergembelan di sana..(???).

Pinjam dari sini 

Atas usulan sepupu saya, Uni Sari, saat kita bertiga mampir ke rumahnya di daerah Panam. Jadi kita bertiga saya, Meli dan Cakni mengiyakan. Kapan lagi kan?. Kita pun diantar ke halte busway. Tak lama menunggu, busway yang ditunggu datang juga. Saat masuk kita disambut sama mbak-mbak kondektur busway. Kami langsung memilih posisi wueenakk..

Setelah berjalan berapa lama di atas busway, si mbak-mbak menanyakan
 “turun dimana dek?”
“Ramayana, Kak”
“Nanti transit di halte..( maef, lupa nama tempatnya).
“Oke deh”.
Akhirnya, kita turun juga di halte yang dimaksud. Ada sedikit kecewa sih. Kirain, ada busway langsung ke Ramayana gak pake transit. Saat dibilang Uni Sari, katanya ada busway langsung sampai Ramayana cukup bayar Rp.3000 plus ruangan ber AC. Mungkin karena kita terlalu jenius, jadi gak ada nanya busway pake transit dulu atau gak.

Semua penumpang pada turun. Kita juga ikut turun lewat jendela. Kita pun langsung nongkrong-nongkrong cantik di halte bersama penumpang yang lainnya sambil menunggu busway selanjutnya.
Sekitar 2 busway sudah lewat, tak ada satu pun bus yang ngelirik kita. Apakah ada yang salah dengan tampang saya? Ciyaann deh loo..Mungkin karena kelamaan menunggu, tiba-tiba Meli berdiri di depan tangga naik masuk busway dan melangkahkan kaki masuk ke dalam. Saya yang berada di belakangnya, ngikutin aja.

Setelah duduk manis di pangkuan Zyan Malik (eh?) *abaikan*. Tiba-tiba kita ditanyai oleh Abang Kondektur busway.

“Turun dimana dek?”
“Ramayana Bang”
“ Bukan ini busnya dek..silahkan turun di halte berikutnya”
 
Setelah nepuk-nepuk jidat tetangga, akhirnya kita turun dan kembali menunggu busway berikutnya kita langsung bernyanyi di atas troatar menyanyikan “ busway yang kutunggu-kutunggu tiada yang datang, kutelah lelah berdiri-berdiri menanti-nanti (lanjutkan sendiri langunya)”. Ada yang percaya kita ngelakuin hal itu? Selamat anda dikibulin..hehe

Belajar dari kesalahan, karena Meli saat menaikki busway langsung nyelonong girls, jadinya salah deh. Daripada gak salah lagi, saya selalu menanyakan setiap bus yang lewat. Sekitar 3 bus yang lewat tak ada yang melewati Ramayana. Saya hampir mengibarkan bendera putih.

Saat itu ada 2 orang penumpang perempuan yang duduk di halte busway. Setelah saling dorong-mendorong siapa yang berani menanyakan mereka mau kemana, kali aja kita satu arah. Ya udah, kita memutuskan berbagi tugas.

Dengan memasang muka angry birds (??) , saya menanyakan kepada perempuan di sebelah saya, ternyata arah kita berbeda. Tak berapa lama, perempuan di sebelah saya langsung pergi dan naik ke atas motor. Jadi kesimpulannya, Ia nongkrong di halte busway nunggu jemputan pulang. Ciyaaann...Setelah itu, perempuan di sebelah Meli pun beranjak dari tempat duduk saat sebuah mobil datang, ia langsung masuk ke dalam. Apaa?? Trus gimana nasib kita??



Jadi kesimpulannya, dua perempuan yang nongkrong bareng kita di halte bukan nunggu busway, ternyata mereka pada nunggu jemputan. Pantesan tampang mereka adem ayem bayem aja. Gak kayak kita, celingak-celinguk plus H2C nunggu busway datang. Hari semakin sore dan busway yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, walaupun ada yang lewat tapi beda jurusan cyiin.

Berhubung, saya sehabis magrib harus segera pulang ke Padang, dan sepupu saya Meli juga sudah ada janji ketemuan dengan temannya. Dengan sangat terpaksa, berharap bisa dapat ongkos murah plus AC, ujung-ujungnya naik angkot juga..tidaakkk.. *garuk-garuk aspal*.

Masak jauh - jauh dari Padang, kita naik angkot juga, sih? Trus, masalah buat tetangga elo githoo?? * mulai stress*.
Begini deh akibatnya, malas bertanya salah naik busway, syukur gak nyasar kemana-mana.
Keep Smile..*nyegir kuda*

Sabtu, November 30, 2013

UPSS..Keep Calm Pak..!!


Apa karena matahari bersinar dengan teriknya menyinari kota Padang..??(bisa jadi..bisa jadi..) Apa karena orang pada sering makan makanan yang banyak mengandung kolesterol?? (bisa jadi..bisa jadi..). Aduh..kok saya mirip orang senewem gini, ya? Bertanya sendiri jawab sendiri..bobo sendiri, makan sendiri..ckckk..kasihan amat lu mblo…(eh?)

Jadi sebenarnya, kamu mau cerita apa , Yura? Jangan muter-muter kayak setrikaan aja donk!

Jadi, ceritanya begini. Sebagai angkoters sejati yang kemana-mana suka naik angkot, sampai-sampai tampang udah mirip kenek angkot (??). tragis amat ya? Jadi, saya banyak mengalami pahit manisnya naik-turun dan dorong angkot.

Bagi yang pernah mampir ke kota Padang, mungkin sudah tau kalau kawasan pasar raya Padang, itu salah satu pusat kemacetan kota Padang. Semua orang berdesak-desakan. Mulai dari angkutan umum, pribadi, sampai odong-odong (eh??).

Saat itu, kebetulan saya sendiri dalam angkot. Pak sopir memberitahu dan meminta ijin kalau dia masuk pasar dulu, sekalian nyari penumpang. Rasanya gak pantas juga, jika saya melarang untuk melewati pasar. Nanti pendapatan pak sopir berkurang. Kasihan, nanti anak dan istrinya makan apa?. Gak mungkin kan, saya yang nanggung biaya hidup pak sopir dan keluarga.

Saat melewati gang sempit, semua kendaraan yang lalu lalang berebut untuk saling mendahului. Kesabaran pengemudi bener-bener diuji nyali.

Entah kenapa,mungkin karena saya sibuk perhatikan sana-sini, tiba-tiba saja ada motor lewat di samping angkot yang saya tumpangi. Saya langsung mengalihkan pandang ke depan, terlihat pak sopir badannya sedikit miring untuk melihat kaca spion sebelah kiri.

Tak ada hujan tak ada badai, Bapak pengendara motor yang lewat di samping angkot mendadak polotin matanya sambil nantangin pak sopir. Saya kurang jelas apa penyebabnya. Menurut pengamatan saya, saat pengendara motor mencoba memotong angkot, sepertinya angkot nyaris tersenggol, makanya, bapak sopir angkot langsung mengecek keadaan angkot lewat kaca spion. 

Saat berpapasan dan saling menatap, mereka langsung jatuh hati..Upss salah..( ini bukan sinetron Neng..) Bapak pengendara motor langsung nyolot dan marah-marah gak jelas. Sependengaran saya, bapak sopir angkot tidak ada mengeluarkan kata-kata pedas dan kotor.

Seketika itu, bapak pengendara motor langsung maju ke depan dan memarkir motornya dan turun menghampir sopir angkot. Saya yang berada dalam angkot mendadak jadi takut. Jangan sampai bapak pengendara motor memecahkan kaca angkot atau tindakan kekerasan lainnya. Tidaaak...Mama save me..!!

Dengan cepat pengendara motor ini menghampiri bapak sopir angkot  dan langsung memegang krah baju sambil marah-marah. Si sopir angkot membela diri. Tapi bapak pengendara motor gak gak terima. Kemudian, bapak pengendara motor membuka pintu angkot dan memberikan bogem mentah kepada bapak sopir angkot.

Rasanya, pengen bantu melerai si abang sopir angkot. Tapi saya bisa apa? Tidur aja masih ileran (nah lhoo??) Bisa-bisa saya jadi korban. Saya hanya berdiam diri di pojokkan dan tak bisa berbuat apa-apa.

Melihat keributan di tengah kemacetan, membuat pedagang dan orang di sekitar pasar ikut melerai dan mendamaikan. Walaupun sudah didamaikan, si bapak A tetap gak terima. Saya rasanya pengen jambak-jambak si bapak pengendara motor dan mengeluarkan jurus kamehameha..uhfff…

Ya begitu-lah namanya di jalan raya. Begitu banyak kepentingan orang di dalamnya. Mungkin sesama pengguna jalan harus saling menghargai dan meredam ego masing-masing biar tercipta kerukunan antar pengguna jalan raya * Tsaaah..sok bijak*. Tak lupa juga, pengguna jalan raya harus banyak-banyak download aplikasi sabar, biar gak mudah marah dan ngamuk-ngamuk gak jelas.

~salam kuper
Bye..Bye..

Selasa, November 12, 2013

Copeet...jebreett..jambrett..(???)

Lagi..lagi..saya menyandang status blogger gagal, begitu teganya membiarkan blog lumutan bin karatan, kalau si Blog pacar saya, pasti Ia langsung minta putus. Mana ada orang yang mau dianggurin, makanan aja kelamaan dianggurin bisa jamuran.Tidaak..Bisa jadi..bisa jadi..Sebenarnya, karena ulah si empunya sok sibuk dan bener-bener sibuk. Sibuk molorr (eeh??). Maklum, saya kan sleeping beauty, jadi hobinya molor sampai ada pangeran yang datang *woii..jangan ngimpii..*.

Selamat datang Ember Rain eh..November Rain..

Begini ne efeknya, kalau udah kelamaan jari dan pikiran cuti menuliskan ide-ide di kertas, jadi butuh kekuatan yang besar untuk menuliskannya. -____-
Kale ini, saya akan sedikit menceritakan ke-Apesan saya di bulan lalu..semoga bulan ini tidak terulang lagi. Aamiin..

Rabu, Oktober 23, 2013

Ada apa dengan mu ( sapi )??

Halloo semuanya..sudah lama rasanya, saya tidak menyapa teman – teman yang ngefans berat sama saya
 *Disorakkin warga se kampung*. Maklum, akhir – akhir ini saya punya hobi, suka sibuk dan sok sibuk, jadinya blog suka terabaikan dan tersapu badai, dan badai pasti  berlalu (???) * mulai stress*.

Ternyata, seminggu lebih sudah lebaran Idul Adha berlalu. Umat muslim diseluruh dunia pun tak lupa untuk berqurban, mulai dari kambing, sapi, kerbau, unta, bahkan ada yg qurbanin perasaan..#lha??. Walaupun tahun sekarang baru bisa ngorbanin perasaan,semoga tahun depan bisa qurbanin kambing, sapi and friends.

Ngomongin masalah hewan qurban, ada kejadian unik di kampung saya sejak dua tahun berturut – turut. Pada penasaran, kan??. Hal uniknya adalah, sebelum hari pembantaian, sapi mendadak suka ngamuk dan kabur. Sepertinya, sapi tersebut belum siap untuk dipotong. Mungkin keinginan dan cita – cita si sapi belum kesampaian. Seperti punya mobil mewah, rumah bagus, berkeluarga, naik haji,dan diwisuda. Oke, abaikan saja ini.

Tahun sebelumnya, si sapi hanya sekedar kabur dan melarikan diri. Walaupun  nasibnya berakhir juga oleh tukang jagal. Tahun sekarang, agak sedikit menakutkan. Selain kabur, si sapi ngamuk dan menyundul sana – sini. Sepertinya, si sapi suka lihat om sule goyang sundul, deh.

Seorang anak menjadi korban sundulan sapi, mengakibatkan dibagian kepalanya agak sedikit lunak. Sesama sapi pun ikut kena sundul, sapi tetangga sebelah rumah yang siap untuk dipotong, lagi nyantai diikat di depan rumah mendapat jatah sundulan dari sapi ngamuk. Ckckck
Bahkan mobil yang parkir dan tak berdosa ikutan disundul oleh si sapi..Ternyata si sapi tak bisa membedakan, mana manusia dan benda.


trus, apa kelanjutannya, Yura??


Apa yaa..?? Saya mendadak bingung bin linglung.

Daripada saya bingung dan yang baca juga ikutan bingung, lebih baik kita makan dadar gulung di bawah payung.

Sekian dan aura kasih..*gulung – gulung masuk selimut*

Kamis, September 26, 2013

#CeritaBadai " Pulang"


Karena kecepek’an tiada tara membabi buta, ketemu sama kasur empuk dan selimut tebal itu, sesuatu banget. Rasanya, menemukan segelas air di Padang Pasir..#Tsaah. Maunya gak mau pisah, pengen nempel terus kayak perangko. Tapi, kalau kelamaan tidur capek juga.. *Jadi sebenarnya ente maunya apa,Yura??*.

Saat bangun dari tidur, kontraksi dikaki mulai terasa. Luar biasa sakit, pokoknya komplikasi nyeri, pegel, dkk..Rasa yang selalu dirasakan kalau habis turun gunung.Kadang kala, rasa itu akan dirindukan kalau sudah lama gak naik gunung. Pegel-pegel seneng gitu deh..hehe.
Setelah melakukan rutinitas pagi, hal yang pertama dilakukan adalah ngaca #KacaManaKaca. Bukan karena saya sok kecakepan, bukan itu. Tapi, ngaca untuk melihat seberapa tingkat eksotis kulit saya *hitam aja dibilang eksotis,:p *.

Pagi ini terasa berbeda sekali, lebih adem ayem. Suara pepohonan yang berisik ditiup badai tidak ada lagi. Sepertinya, badai sudah berlalu. Tapi, kenapa badai berlalunya saat kita sudah di bawah..#TanyaKenapa. Oh..ini tidak adil..sungguh..masak O’ong, sih..#GarukDinding.

Karena, sudah beberapa hari badan tidak disirami dengan air, badan saya menjadi layu dan kering kerontang *itu badan apa bunga,buk?*.Mau gak mau, dan emang harus mau untuk segera mandi. Gak mandi aja sudah dingin, apalagi mandi.Tidaakkk..saya mendadak galau memilih mandi apa gak. Mandi gak mandi, wujud saya begitu-begitu aje, gak ada berubah.

Daripada menimbulkan polusi udara dan bisa mengakibatkan bulu hidung rontok, saya pun memilih mandi. Baru nyentuh air sedikit saja, dinginnya berasa banget. Jadi, sebelum mengguyurkan air ke badan, saya main air dulu di kamar mandi, nyuci muka, nyiram tangan dan nyiram kaki *Nyiram badan sama rambutnya kapan,Yura?*. Setelah beradapatasi dengan air berasa es, dengan gaya mandi secepat kilat, akhirnya saya mandi juga. Alhamdulillah, ya..udah wangi lagi. Yang brondong mari merapat, kakak udah wangi ne..#lha?? #Siap-siap dilempar mercon ama Brondong.

Kamis, September 12, 2013

#Cerita Badai "Turun Gunung.."

Yee..akhirnya bulan ini gue nulis juga..tulisan pertama di bulan September gak pake ember..#lha??.

Berhubung ditagih terus sama fans-fans saya mulai dari dunia nyata sampai dunia maya. Daripada blog ini dianggurin ntar dipatok ayam tetangga,alangkah baiknya saya lanjutin “cerita badai” nya,daripada penasaran tingkat eyang bubur..
Biar cerita badainya nyambung,silahkan baca cerita sebelumnya. Kalau gak mau,gak apa-apa,tak ada keterpaksaan antara kita..#tsaah.

Langkah kaki semakin mendekat ke tenda,suara itu meminta saya untuk membuka tenda dan meminta makanan untuk bekal muncak..siapakah dia??. Ternyata,dia adalah Bg Ahmad. Badai terus bertiup saat itu yang bener-bener mengurungkan niat untuk muncak..huhuhu..#PelukKakAan.
Bg Ahmad dan Sergey mencoba untuk muncak dan beberapa rombongan tetangga tenda sebelah. Walaupun badai terus menerpa. Kita kembali melanjutkan tidur nyenyak..Zzzz..

Sekitar pukul 08:00 pagi waktu jam tangan Bg Jam (??),Sergey dan Bg Ahmad sudah kembali masuk tenda..Ternyata,mereka semua gagal muncak. Mereka memilih untuk turun karena diatas angin terasa lebih kencang. Karena,semakin keatas vegetasi semakin berkurang. Memilih untuk kembali ke tenda mungkin itu adalah pilihan terbaik saat itu. Alam itu bukan untuk dilawan dan  membuktikan kepada semua orang kalau kita hebat dan gagah perkasa..No..No..menurut saya itu tak ada gunanya. Setidaknya,segala tanda-tanda yang terjadi di alam untuk kita pelajari,bahwa  kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan dan ciptaannya yang ada di Bumi ini. Kalau saya berdiri di atas puncak Gunung,saya berasa jadi butiran debu. 

Betapa kecilnya diri ini. Jadi,tak ada alasan tuk menyombongkan diri di atas bumi ini,kalau mau menyombongkan diri pindah aja  ke planet lain..*lha??kok saya jadi sokbijak dan sewot begini yaa??* #Toyor2MukaSendiri.

Sabtu, Agustus 31, 2013

120 Menit Saja

Apa yang sobat lakukan saat berada di suatu tempat pertama kali di kunjungi seorang diri dan harus menunggu kedatangan travel dalam waktu yang cukup lama?? Mungkin ada yang menjawab istirahat,duduk disuatu tempat,atau berkeliling sekalian jalan-jalan bisa juga sekalian nyari pacar.

Kalau saya lebih memilih jawabannya,jalan-jalan bahasa kerennya Travelling. Itu yang saya lakukan saat berada di Kota Palembang pada pertengahan agustus ini. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan makanan khasnya, mpek-mpek. Kedatangan saya ke Provinsi ini untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat saya,Irma. Dari Kota Palembang menuju kediaman Irma,butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pukul 07:00 pagi saya sudah berada di Kota Palembang,setelah menempuh perjalanan 21 jam dari Kota Padang. Tempat yang pertama saya datangi adalah Mesjid Agung Kota Palembang. Saya mengikuti saran Irma,karena travel menuju rumahnya terletak bersebrangan dengan Mesjid Agung.Maka,saya harus menemukan mesjid ini terlebih dahulu. Bersyukur,dengan mudah saya bisa menemukan mesjid ini atas bantuan Bapak Sopir Angkot yang baik hati.

Sesampai di depan mesjid,saya mencoba menghubungi Irma dan memberitahu saya sudah sampai. Tak perlu pusing tujuh keliling,dengan mudah saya bisa menemukan lokasi travel yang di maksud,walaupun gak pas-pas amat,yang penting tau.hehe.Berhubung saya sampai diluar dari prakiraan Irma,saya sampai kepagian lho..Ia yang sudah 4 tahun mondar-mandir jurusan Palembang-Padang untuk studi di Padang,jadi sudah lebih berpengalaman dibandingkan saya yang baru pertama kali kesini.

Travel menuju kampung Irma mulai berangkat pukul 09.00 pagi. Sedangkan saya sudah ada pukul 07.00. Rasanya gak mungkin,saya menunggu dalam waktu yang cukup lama hanya dihabiskan buat menunggu. Rasanya waktu terbuang-buang sia-sia. Irma menyarankan untuk mampir ke Jembatan Ampera yang menjadi Ikon kota ini sambil berfoto-foto ria. Saya mengiyakan saja sambil mikir di jamban tetangga “apa??masak sepagi ini saya suda bernarsis ria di atas jembatan,apa kata dunia??”.


Kamis, Agustus 29, 2013

Kembali

Haloo haaa..Sahabat Blogger semuanya..*Melambaikan kaki dari kejauhan*

Semoga yang disana dan dimana-mana (gak bisa sebutin satu-satu..:D ) pokoknya semua sehat selalu. Badan sehat,Kepala sehat,dan gak kalah pentingnya dompet ikutan sehat juga.hahaha #Maunya *buru-buru ngelirik dompet,semoga isinya nambah (???)*.


Akhirnya,saya nulis lagi.
Ya nulis..

"Nulis apaan ayoo??"
"Ya nulis Blog.Blog yang senasib ama PLN di kampung saya,suka hidup mati" (lha??) *Puk-Puk Blog*


Listrik yang mati-hidup-mati saja dapat jatah kena semprot dari saya. Apalagi yang punya blog ini (lha??) #AmbilKaca.

Sebenarnya,dari hati yang terdalam. Saya gak tega menelantarkan Blog kece sekece yang punya #uhukk *DilemparinMerconSekampung*. Namun apadaya,kepala dan jari saya suka gak sejalan dan se harmonis dulu lagi. Susah untuk  seiring sejalan untuk satu tujuan akhir-akhir ini. Bahkan si Jari pun berniat menjatuhkan talaq satu buat si Kepala (Yee..ngikut Seleb aja ne..!:p). Tapi belum saya ijinkan. Saya gak mau blog ini menjadi korban pelampiasan ulah  si Kepala dan si Jari. Apapun itu,pasti ada jalan keluarnya *Buru-buru nyari pintu doraemon*.

Biasanya,setiap persoalan pasti ada jawaban,walaupun harus nyontek jawaban punya teman sebelah #GagalBijak.


Semoga perseteruan si Kepala dan si Jari bisa akur seperti dulu lagi,ya Sob. Jadi, Blog ini tidak terabaikan dan kurang diperhatikan. Jangan sampai jadi Blog Gembel dan terlunta-lunta di dunia yang keras ini #tsaah.




Sabtu, Juli 27, 2013

#CeritaBadai "Menuju.."

Yang puasa suaranya mana..??bagi yang belum gosok gigi gak usah bersuara dulu ya..gosok gigi dulu sana..!!

Sebelumnya,saya mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan,semoga diberi kekuatan,kesabaran menjalankannya dan diberkahi olehNya.Aamiin..
yang penting tetap semangat beraktivitas ya sob..!! semangat tidur misalnya..#eh??


Kayaknya Sudah pada gak sabaran pengen tau kelanjutan cerita badai,ya kan?? Enggak tuh..!!
Ya udah..saya gak jadi lanjutin ceritanya..-________- #Ngambek : Mode on
Daripada ngambek nanti bisa berubah jadi mbekk..mbek…mendingan lanjutin aja ceritanya deh. Ntar ada yang makin penasaran lagi..:D

Senin, Juli 08, 2013

#CeritaBadai "Sebuah Keputusan"

Setelah cacing-cacing Bg Ahmad berkontraksi di dalam perut akibat Nasi Goreng Pepaya dan Alhamdulillah tidak berdampak yang lebih parah kepada kondisi kesehatan Bg Ahmad. Kita harus tetap pada tujuan semula untuk menginjakkan kaki di Gunung Kerinci. Kerinci I am kambing coming..

 Sebelumnya,saya akan memperkenalkan Pasukan Badai Santai Kayak di Pantai.

1.Bang Jamie, ini kepala suku kita yang ngaku kampungnya dari Zimbabwe dan orang yang berada di garis depan. Komando kepada ia kita serahkan. Jika ada pasukan negara api menyerang,Bg Jamie yang akan segera menghadang didepan dan siap menerkam..#lha??. Pengalaman Bg Jamie masalah dunia petualangan komplit deh,yg penting siapin aja telinga buat dengar ceritanya. Pendakian bareng kita kali ini,pendakian yang sudah masuk angka belasan untuk gunung kerinci saja.kayaknya Dari Bg jamie mulai merangkak dah mulai mendaki deh..!! keren kan?? :D

2. Bang Ahmad,walaupun cuma kenal beberapa hari. Kalau dilihat dari foto2 dan dengar ceritanya,pengalaman pendakiannya komplit juga. Rinjani,Semeru,Slamet dll..komplit deh. Dan bela-belain dari pekalong untuk datang ke sini.

3. Sergey,Bule asal Rusia. Yang diberi gelar jadi chef ekstrim,hobi bereksperimen mencampurkan bahan masakan.

4. Randa, cowok yang sadar banget kalau dia sudah tua. Padahal kita sebaya,kayaknya dia terobsesi jadi orang tua deh. Padahal iklan sudah bilang “jadi orang tua itu menyenangkan,tapi susah menjalaninya” #lha??.orang Yang suka ngakak gak jelas kayak patrick. Dan hobi solo backpacking.

5. Kak Yandi,gadis yang berasal Banyuwangi dan harus terdampar ke Padang untuk mengumpulkan sekarung berlian bekal jadi ibu rumah tangga. Setelah menggantung carrier sekitar 7 tahun,akhirnya jiwa mudanya bergelora kembali untuk kembali mendaki yang bikin badan banyak daki.

6. Kak Sari, ibuk guru yang semngat 45. Berusaha memanfaatkan waktu libur dengan sebaik2nya,gak mau ketinggalan untuk liburan padahal belum masuk waktu libur.

7. Kak Aan, walaupun badan imut dan kulit cling kayak laura basuki tetapi gak takut keling. Yang suka dunia travelling dan hiking. Kecil-kecil cabe rawit gitu lho. Kalau jalan bareng kak aan..dijamin deh,ada aja yang bkin ketawa.walaupun malu-maluin.haha

8. Karina..saya tak banyak tau tentang ia. Yang saya tau,Ia seorang perempuan yang memutuskan untuk keliling Indonesia dan menikmati alam Indonesia.

9. Terakhir,Saya. Anak yang sering dibilang cewek aneh oleh teman2nya. Dan anak yang sudah keling dari lahir. Nasip..nasip..*heii..nasip itu pake "B" Yura..bukan "P"*. Dari kecil suka main kotoran2.kata Mama,kotor itu baik. Yang masih bercita-cita menjadi  artis cilik yang  gak sadar umur.

 Udah pada kenal semua kan??

Pasukan Badai (gak komplit) :)


Minggu, Juli 07, 2013

#CeritaBadai "Nasgor Pepaya"

Ketemu lagi dengan Yura disini..dimana ente Yura??#CelingakCelinguk
woiiii..ane disini #KeluarinKepalaDariDalamTongSampah 
weww..(?????). 
Maafin dakuw ya qaqa..menghilang dari dunia perblog-an karena satu dan banyak lain hal..AAAALAAAAAAAAAAAAAAAAASAAAAAAAAAAAAAANNNN…
 Kembali ke cerita Badai…

 17 juni 2013
Sekitar pukul 05:30 WIB,kita sampai di kota Sungai Penuh. Berhubung sungainya sudah penuh,jadi saya gak boleh numpang mandi #GagalPaham. Eh,tapi beneran kok nama kotanya Sungai Penuh.
Setiba di Sungai Penuh,kita akan diturunkan lewat jendela mobil di kontrakan Bg Jamie dan kita semua gak tau dimana tempatnya. Dengan panduan Bg Jamie lewat Hp,kita mendarat dengan selamat. Sampai-sampai Bg Jamie harus melambaikan tangan dengan rambut tergerai kayak iklan shampoo ketombe..hehe

Rabu, Juni 26, 2013

#CeritaBadai "Serangan Badai"


 16 juni 2013
Hari itu,kali keduanya saya akan menginjakkan kaki di “ sekepal tanah surga yang tercampakkan ke bumi” begitu Alm.Ghazali Burhan menyebut Kerinci . Penyair legendaris se angkatan Chairil Anwar asal Kerinci. Melihat keelokkan alamnya,pantaslah Kerinci disebut demikian. wooww #salto dari shelter 2
Rasanya,saya  bermimpi,kembali ke tempat yang membuat saya jatuh hati sambil guling-guling ama trenggiling sambil nungging dikejar anjing *edisi lebay*.
Lagi-lagi dan lagi saya berangkat bareng Kak Yandhi,Kak Sari dan Kak Aan.Maklumlah,kemana-mana kita satu paket. Walau kadang saya suka menghilang ditelan buaya.Tapi tak mengapa,yang penting  kita bisa selalu bersama disaat yang tepat..tsaah..tsaah..basah..#lha?
upss tunggu dulu,paket kita kale ini dapat bonusnya,ada  teman Bg Jamie yang jauh-jauh datang dari pulau jawa untuk menginjakkan kaki dan menghirup udara ditempat yang sama. Yang penting,dia tidak mengalahkan kecantikan kita..*kita..??lu gak ya Yura..-_____- *

Minggu, Juni 09, 2013

Ada Apa dengan Otakku

Sekarang hari minggu ya? Jadi,saya mandi cuma sekali alias mandi jamak..kata Mama hemat air. Teman-teman di Afrika sana pada kekurangan air,masak kita boros air. Entah sudah berapa bulan mereka gak mandi.  Jadi,gak ada salahnya saya mandi hari ini cuma sekali.Trus?? Ya udah gitu aja..#InfoPenting2013

Tau gak sih..

Enggakkkkkkkkkkkk…


hening…


Buang angin…

Tutup Kuping..#lha?

Rabu, Mei 15, 2013

Angkot Gaul gitu lhoo...

Tau gak sih…tempe gak sih..ternyata ternyata bukan orang aja yang bisa gaul. Angkot bisa gaul juga lhoo…pasti gak percaya? Boleh percaya dan boleh gak. Tapi baca dulu info terbaru dan terhangat dari saya,setelah baca kudu harus percaya,asal jangan sampai ganti kepercayaan aja..#eeh??

Oke,daripada penasaran,trus mati penasaran. Akan saya uraikan seterang benderang lampu polip. Disimak disemak-semak yaa...

Sabtu, Mei 11, 2013

Mengintip Giethoorn,Desa Terapung di Belanda


Jika menyebutkan tulip dan kincir angin,semua akan tertuju kepada Negara yang sebagian tanahnya berada di bawah permukaan laut. Karena Tulip dan Kincir Angin adalah icon terkenal dari Belanda. Sebuah negara yang dipimpin oleh seorang Ratu.

Namun,ada satu yang unik yang kurang terkenal dibandingkan Tulip dan Kincir Angin,yaitu desa terapung Giethoorn. Jika di Indonesia ada pasar terapung, di Belanda ada desa terapung yang dijuluki “Venesia dari utara”. Desa ini didirikan dan dikembangkan pada tahun 1230 M. Memiliki panjang kanal utama 7,5 Km dengan kedalaman 1 Meter. Sumber air yang mengelilingi dan mengenangi desa ini berasal dari banjir besar  St.Elizabet pada tahun 1170 M. Rumah-rumah disini dipisahkan oleh air,ditambah lagi dengan bangunan tua dan antik yang membuat desa ini semakin unik dan menarik.





Desa wisata Giethoorn berlokasi di Provinsi Overijssel,yang memilik jarak tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari Kota Amsterdam. Giethoorn dikepung sungai yang menjalar ke berbagai penjuru dan perahu sebagai transportasi utama.Pada awal berdirinya, Giethoorn tidak ada jalur darat sama sekali. Namun,kini sudah dilengkapi jalur sepeda dan jembatan antar rumah.






Bagi penikmat kesegaran alam, desa terapung Giethoorn layak untuk dikunjungi karena terbebas dari kendaraan bermotor dan aman dari polusi.
Adanya desa terapung Giethoorn di Belanda,terlihat sekali Belanda sebuah Negara yang bersahabat dengan air. Dengan keterbatasan daratan untuk dihuni,penduduk Belanda bermukim di desa terapung.

Tidak jauh beda juga dengan negara kita Indonesia,yang sebagian wilayahnya adalah air. Tak ada salahnya negara kita memiliki desa terapung seperti Belanda. Ide dengan konsep terapung ini sudah diusulkan oleh salah seorang warga negara Indonesia,Bapak Zukri Saad  dan Ikatan Alumni ITB dengan gagasan perumahan terapung yang berlokasi di atas Danau Maninjau,Sumatera Barat. Hal ini diusulkan untuk memperkecil resiko kerugian dari bencana tanah longsor.Selain itu sebagai bentuk alternatif pemindahan 800 KK yang berada di pinggir danau akibat longsor yang terjadi beberapa waktu lalu. Jadi, alahkah baiknya,jika masyarakat tinggal ditempat yang aman agar dapat mengurangi kerugian akibat bencana.
Jika gagasan ini segera terlaksana,maka ini merupakan sebuah perumahan terapung pertama yang ada di atas danau yang tenang,bahkan pertama di Dunia.

Ide Perumahan Terapung Diatas Danau Maninjau



http://apayangunik.blogspot.com/2012/04/giethoorn-desa-terapung-di-belanda.html
http://travel.ghiboo.com/giethoorn-desa-terapung-nan-unik-di-belanda
http://www.facekom.info/2011/07/giethoorn-desa-terapung-di-belanda.html

Minggu, April 21, 2013

Xplore Pesisir Selatan @Pantai Carocok @Pulau Cingkuak @Puncak Langkisau


Makan udah,minum udah,mandi udah,kayaknya sayangin gue aja yang belum ne..eeh?? *Abaikan*. Kembali ke tanktop..

Oke,daripada gue gak jelas dan semakin gak jelas dan keliatan semakin gak waras. Lebih baik gue lanjutin cerita tentang jalan-jalan gue di  Kabupaten Pesisir selatan. Yang belum tau kisahnya,bisa ubek-ubek ini dan ini.

Setelah puas main air sampai basah kuyup,kita langsung meluncur pake perahu kertas menuju Pantai Carocok. Karena,sehabis maghrib kita akan langsung menyebrang ke Pulau Cingkuak untuk ngungsi semalam di sana. Sebelum nyebrang ke pulau cingkuak, daripada bengong kayak kambing ompong. Kita bermain di pantai sambil menikmati matahari sembunyi,bahasa kampung gue di Eropa sana, disebut sunset.

Pulau Cingkuak diliat dri Pantai Carocok

Pantai Carocok

Selasa, April 16, 2013

Xplore Pesisir Selatan @Air Terjun Timbulun



Nah,beberapa abad yang lalu,saya udah ceritain tentang jembatan akar yang terbuat dari akar..kalau jembatannya terbuat dari besi,namanya jembatan besi,kalau jembatannya terbuat dari kayu,namanya jembatan kayu..pada bisa bedainnya kan??pasti bisa donk..secara jenius dan pintar-pintar semua..hehe

dan kale ini,saya mau bercerita tempat wisata lainnya. Pasti pada nungguin yaa..aduh,gak capek apa nungguin??ntar lumutan lo…hehe



Setelah mendatangi dan menginjakkan tangan kaki di atas jembatan akar. Kita melanjutkan perjalanan menuju air terjun timbulun yang mempunyai tujuh tingkat. Keren kan??. Tetapi,kita hanya bisa mencapai tingkat tiga.

Air terjun ini berhulu di Taman Nasional Kerinci Seblat dan bermuara di Samudera Indonesia.Jarak air terjun ini dari kota Painan sekitar 3 Km dan 77 Km dari Kota Padang.  Letaknya di Kampung Painan Timur,Nagari Painan,Kecamatan IV Jurai.

Setelah mendaki gunung lewat di lembah,akhirnya kita sampai juga. Ketika baru turun dari elang mobil,langsung terlihat gerbang air terjun timbulun.