Kamis, September 12, 2013

#Cerita Badai "Turun Gunung.."

Yee..akhirnya bulan ini gue nulis juga..tulisan pertama di bulan September gak pake ember..#lha??.

Berhubung ditagih terus sama fans-fans saya mulai dari dunia nyata sampai dunia maya. Daripada blog ini dianggurin ntar dipatok ayam tetangga,alangkah baiknya saya lanjutin “cerita badai” nya,daripada penasaran tingkat eyang bubur..
Biar cerita badainya nyambung,silahkan baca cerita sebelumnya. Kalau gak mau,gak apa-apa,tak ada keterpaksaan antara kita..#tsaah.

Langkah kaki semakin mendekat ke tenda,suara itu meminta saya untuk membuka tenda dan meminta makanan untuk bekal muncak..siapakah dia??. Ternyata,dia adalah Bg Ahmad. Badai terus bertiup saat itu yang bener-bener mengurungkan niat untuk muncak..huhuhu..#PelukKakAan.
Bg Ahmad dan Sergey mencoba untuk muncak dan beberapa rombongan tetangga tenda sebelah. Walaupun badai terus menerpa. Kita kembali melanjutkan tidur nyenyak..Zzzz..

Sekitar pukul 08:00 pagi waktu jam tangan Bg Jam (??),Sergey dan Bg Ahmad sudah kembali masuk tenda..Ternyata,mereka semua gagal muncak. Mereka memilih untuk turun karena diatas angin terasa lebih kencang. Karena,semakin keatas vegetasi semakin berkurang. Memilih untuk kembali ke tenda mungkin itu adalah pilihan terbaik saat itu. Alam itu bukan untuk dilawan dan  membuktikan kepada semua orang kalau kita hebat dan gagah perkasa..No..No..menurut saya itu tak ada gunanya. Setidaknya,segala tanda-tanda yang terjadi di alam untuk kita pelajari,bahwa  kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan dan ciptaannya yang ada di Bumi ini. Kalau saya berdiri di atas puncak Gunung,saya berasa jadi butiran debu. 

Betapa kecilnya diri ini. Jadi,tak ada alasan tuk menyombongkan diri di atas bumi ini,kalau mau menyombongkan diri pindah aja  ke planet lain..*lha??kok saya jadi sokbijak dan sewot begini yaa??* #Toyor2MukaSendiri.



Angin terus berhembus dan suhu masih dingin,kita bersembilan orang kembali tumpuk2an (kayak kardus aja yaa..ditumpuk2 segala..:D ) dalam satu tenda untuk memasak sarapan sambil menghangatkan badan. Rencananya sehabis sarapan kita akan turun  *Akuu..pulaang..tanpa beban..ku..terima kekalahaaaan..ku…* #MendadakPutarLaguSo7.

Demi mengobati rasa..rasa..yang gimana gitu (Bilang aja nyesek, Yura..lha?? ). Ya udah,kita berjepret-jepret ria..setidaknya ada oleh-oleh dari Gunung Kerincinya.hehe.

Sebelum kita semua turun,Bang Ahmad meminta ijin untuk duluan turun karena Ia juga mau mendaki Danau Gunung Tujuh bersama pendaki lain yang berasal dari Jakarta. Ya setidaknya, Bg Ahmad bisa mengobati kegalauan gagal muncak dengan berkunjung kesana, karena sudah jauh-jauh datang dari Pulau Jawa. Mungkin lain kali,Bang Ahmad bisa menginjakkan kaki di 3805 Mdpl. Ibarat pepatah,Gunung itu sama kayak jodoh. Gunung Kerinci gak bakalan kemana kok,kitanya aja yang suka kemana-mana.. (eeh..salah yaa??ngomong apalah saya ini..ckck #JedotinKepalaKeGarduTiangListrik ).

Setelah siap semuanya,tenda udah dipacking,sampah udah diberesin,perasaan dan kenangan masa lalu aja yang belum diberesin #Lha?? (Gak ada hubungannya juga kale,Yura..). Kita kembali menyusuri jalan yang telah dilalui. Dimulai dari Shelter 2,kita akan beristirahat dan sekalian makan siang di Shelter 1.

Pemandangan dari Shelter 2

#NarsisSebelumTurun
Pasukan Badai

Saat menurun,kaki  saya lebih terasa capeknya karena menahan beban badan dan carrier,ditambah lagi dengan harus hati-hati mengambil pijakkan. Walaupun sudah super hati-hati,sekali-sekali saya pun terpeleset juga. Ibarat kata pepatah sepandai-pandai Koruptor sembunyi akhirnya masuk bui juga..#lhaa??

Sekitar pukul 2 siang kita sudah sampai di Shelter 1,dengan menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Seperti biasa, Sergey dan Karina yang sibuk masak-memasak. Jadi,salut juga ama 2 orang bule asal Rusia ini,sepertinya mereka emang hobi memasak. Jadinya,saya dan yang lain ikut bantu-bantu aja.hehe.


Yukk marii makaann..


Saat istirahat di Shelter 1,waktu itu ada sekelompok pendaki kalau dilihat-lihat mereka dari Singapore,kulit mereka putih-putih cyiiin..kayaknya mereka mandi pakai bayclin deh. Beda banget sama saya..( Ya iyalah beda,saya kan mandi pakai lumpur pantesan eksotis habis..#lha??). Saat itu,angin tidak seheboh kemarin,jadinya kayaknya mereka bisa muncak..Tidaakk..Iyaa..Bisa jadiii…Tidaaak..#MulaiStress.

Saat di Shelter 1,saya,Kak Yandhi dan Kak Aan,mencoba melampiaskan kegalauan gagal muncak dengan manjat pohon. hehe (Kita gak galau2 amat lah yaa..biasa aja kok..:D ). Kita mencoba menyalurkan bakat memanjat yang kita punya. Sayang disayang,sepertinya ilmu memanjat Kak Aan belum sempurna,jadi saat turun dari pohon Kak Aan harus dievakuasi biar bisa turun.haha. Piss Kak Aan.

lihat aja buktinya ini..

Keep Smile

Saat Evakuasi

Saat memasuki hutan yang lebat. Ternyata,kita banyak menemukan pohon-pohon besar tumbang yang menghalangi jalan. Jadi,kita harus memilih jalur yang baru atau memanjat pohon yang tumbang agar bisa dilewati. Bersyukur,saat badai besar pendaki tidak berada di sekitar sana,takutnya pohon-pohon yang tumbang menimpa yang lewat.

akar pohonnya gede amat yaa..


Saat di pos 2,hujan pun turun..dengan cepat kita mengeluarkan mantel masing-masing..tanah menjadi basah,jadi kita harus lebih hati-hati kalau berjalan,kalau mau ngesot gak perlulah hati-hati #eeh??.
Kira-kira pukul 17:30 kita sudah sampai di Pondok Bambu. Kembali ke tempat semula saat kita mulai mendaki. Rasanya bersyukur sekali,kita bisa kembali kesini tanpa kurang satu apapun. Sambil menunggu hujan reda,kita membasmi melahap roti yang masih tersisa tanpa ampun.Maklum suhu yang dingin bikin perut keroncongan sambil ngePop.

Hari semakin gelap,kita harus meninggalkan tempat ini. Kasur,guling dan selimut tebal sudah menari-nari di depan mata. Berhubung tak ada angkutan yang lewat menuju Kersik Tuo,dengan tertatih kita memutuskan untuk jalan. Tidaaakkk..Bisa jadiii…Iyaa..Tidaakk..#GilanyaKumat. Dari pondok bambu menuju tugu macan di Kersik Tuo itu berjarak 6 Km kok,kata Bg Jam..apaaa???. Mau gak mau kita harus jalan,daripada menunggu yang tak pasti. Rasanya,gak bakalan ada mobil yang diturunkan dari langit walaupun berdoa sekuat tenaga.

Kita berjalan dulu sampai nemu mobil,kalau gak ada,ya,jalan sampai “Homestay Paiman”,kita akan menginap disana,gak memungkin kita untuk ke Sungai Penuh. Kalau kaki ini bisa ngomong,pasti dia udah protes. Ya,mau gimana lagi..kita semua pasti juga merasakan hal yang sama..jadi gak ada gunanya merengek dan mengeluh. Yang penting kita jalan dulu. Semangatt..Ganbatte…Agar rasa capeknya,kita mengobatinya dengan bercanda dan cerita-cerita gak jelas..hehe.

Mobil yang lalu-lalang cukup banyak,tetapi bermuatan hasil kebun,gak mungkin banget kita yang berjumlah 8 orang ini,meminta tumpangan. Itu namanya,sungguh terlalu..ckck. Alhamdulillah,akhirnya ada juga mobil bak yang lewat..senang banget rasanya,mobil itu langsung berhenti,ternyata-ternyata di atas sudah ada Kak Sari,Kak Yandhi..kebetulan Tante-tante berdua ini (lhaa??sejak kapan mereka jadian ama Oom saya,yaa?? ) jauh ketinggalan di belakang,jadi mereka yang naik duluan. Dengan semangat 45,kita langsung naik ke atas mobil..legaa banget rasanya dapat tumpangan,ternyata masih ada orang yang baik kok di atas bumi ini..:D
Akhirnya,sekitar pukul 19:30 kita sudah tiba di Tugu Macan,kita langsung turun dan tak lupa mengucapkan terima kasih atas tumpangannya. Kita harus berjalan kaki kembali beberapa menit dulu untuk sampai di Homestay Paiman.

Pengungsi dari Gn.Kerinci

Saat sampai disana,kita semua disuguhi segelas teh panas dan sepiring gorengan. Sesuatu banget deh..kita berbincang-bincang dengan pengelola homestay tersebut,dan salah seorang menanyakan keadaan cuaca disana. Kita jawab sesuai dengan keadaannya. Ternyata,badai di sekitar Kersik Tuo gak kalah hebatnya dengan yang kita alami di Gunung. Jadi,tak ada yang perlu disalahkan karena gagal muncak..yang penting tetap keep smile..#MendadakGoyangAlaCaisar.

Kita memilih kamar di lantai dua,jadi semua kamar di lantai 2 terisi oleh kita semua. Saat menenteng carrier ke lantai atas,saya langsung shock dan kepala dikelilingi bintang kejora. Tangga kayu ke atasnya Bukk..kemiringannya sekitar 400..(Yura,sok tau deh kemiringannya,kayak kepala ente deh yang miring..).kalau kaki saya fine2 saja,pasti gak shock ngeliat tangga. 10 kali disuruh turun tangga gak masalah. Masalahnya,saat itu kaki saya pegelnya minta ampun. Betis sama bagian paha serasa mau copot. Jadi,jangan ketawa ngeliat saya menaiki dan menuruni tangga,gaya berjalannya mirip ibuk2 habis ngelahirin anak..#lhaa??. Kebayang gak?? Jangan dibayangin deh,itu bikin malu warga sekampung.

Sudah 3 hari gak mandi itu rasanya saya semakin cantik. Jadinya,saya makin malas mandi,takut kecantikannya luntur karena disirami air segayung..*jangan ditiru,aliran sesat*. Malam itu emang saya gak mandi,dingin bo’. Sebelum tidur,saya bersih sampai2 bersihin semua kamar di Homestay,tak lupa ganti baju dan ganti muka.

Setelah perut diisi,badan udah wangi..tanpa dikomandoi..saya bersegera gulung2 dalam selimut tebal dan guling2 diatas kasur empuk sambil makan dadar guling dan dikejar kambing..(??). 
Mungkin itu cerita pendakian saya bareng pasukan badai yang gagal muncak karena diterjang badai,asalkan kita bukan anak alay yang terkulay diterpa badaii..yang penting keep SMILEEEE..#Senyum10Cm#MendadakGoyangCaisar.

Oppss..tapi tunggu dulu..cerita badai belum berakhir sampai disini,masih ada keseruan lainnya..yang masih setia nunggu kelanjutannya,ditunggu yaa qaqa jangan lupa mampir lagi kesini lagi agar tidak terjadi konspirasi hati..#lhaa?? *mendadakKenaVirusVikynisasi*.

Foto by Yura dan Sergey

20 komentar:

  1. kebayang dech..tiga hari nggak mandi, terus tidurnya tumpuk2-an....benar2 menimbulkan sensasi yang luarbiasa.....salam :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..aah..jgn dibyangin donk Mas..saya jdi malu..hehe

      Hapus
  2. waah...pengen k kerinci
    yok-yok-yok ksana lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa..yok..yok..mari atur waktu lagi..:D

      Hapus
  3. 3 hari nggak mandi tapi kalo bareng2 nggak pa-pa kok. hahahha

    aku sering bgt denger gunung kerinci ini... tp belum pernah kesana. kapan ya kesampean naik gunung -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..iyaa..jadinya bau berjamaah..hehe

      Aamiin..smga kesampain..:D

      Hapus
  4. wah .. postingan sama Foto fotonya bikin cemburu nih :P

    kebayang kebersamaan yg ada, belum pemandangan yg pastinya luar biasa di sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha..jgn cemburu gtu donk Mbak El..ayoo liburan ke sini Mbak..:D

      Hapus
  5. Waaaah.... asyiknyaaa.... saya belum pernah naik dan turun gunung... Kayaknya seru, ya.... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe..iyaa asyik ne, mkin asyik bertemu org yg asyik jga..mkin seru jadinya..:D
      ayoo..bruuan dicoba Mas, hati2 jgn smpai ketagihan..hihi

      Hapus
  6. gak akan kecium baunya, walopun 3 hari gak mand. Karena baunya sama semua, ya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..betul bgtz Mbak..jdi susah bedain,siapa yg pling bau..heehe

      Hapus
  7. ternyata sindrom vikinisasi ada juga disini hehe....
    kak boleh kenalin bulenya dengan djuju gak biar gak ada konpirasi hati halah apaan sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..iyaa ne dju..kayknya kakak hrus diimunisasi biar vrus vikinisasi ilang..hehe

      boleh..dju. sayang dia udah balik ke rusia..hehe

      Hapus
  8. nggak kebayang aroma yg di keluarin setelah 3 hari gak mandi....bisa2 terjadi labil ekonomi...#lha? *efekvickysasi*

    BalasHapus
    Balasan
    1. aah..msih wangi kok bek..wangi aroma terapi..yg nyium lngsung pingsan dibuatnya..haha

      Hapus
  9. Punten...
    Kak Yura, boleh minta kontak personmu g kak? Aku rencana minggu ini melipir ke Kerinci, ijin nanya2 biar perjalanan gak ngawur.. Tengkyuuuu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa..monggo..hehe..
      Boleh..gimna klo add Fb atau twiiter aku,biar dikirim no nya disana..:D
      wah,mau ke krinci,yaa??jgn bilang mau nanjak jga..??:D

      Hapus
  10. wah gawat..

    badai-badai masih juga.........??

    aduh kak mending di rumah aja terus belajar masak buat bang.........
    UPS
    hahahahahh X)))


    Aduh jadi pengen naik gunung beneran

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha..iyaa gawat bgtz ne aul..hehe

      buat abang toyib ya aul?? aduuh...berhbung abg toyib msh merantau, jdi kakak malala..haha

      ayoo..coba yg dekat2 aja dlu aull..jgn smpai ketagihan,yaa..hihihi

      Hapus

Buruaan komentar..selagi gratis..:D