Senin, Januari 06, 2014

Ada-ada Saja

Sepertinya, sejak gue brojol ke dunia ini, dalam darah gue sudah mengalir darah ke absurd-an, yang entah diwariskan dari siapa (lha?).

Sejak TK sampai menamatkan SD, gue tinggal di kampung. Jadi, masa imut-imut dan putih merah-merah, gue habiskan di kampung halaman Mama. Sekarang, rasanya gue bersyukur dibesarkan di kampung. Setidaknya pengalaman masa kecil gue, terasa menyenangkan. Hari-hari gue tidak habis di depan TV atau layar gadget yang serba canggih.

Kali ini, gue mau menceritakan tingkah gue. Diharapkan jangan sampai muntah dan telinga berdarah-darah, ya..hehe

Di kampung gue, selain penduduknya bertani, mereka juga berternak. Berternak Sapi, Kerbau, Kambing, Ayam, dan tuyul. Hal yang enggak banget di kampung adalah, Sapi dan Kerbau suka pup sembarangan di jalan. Padahal, setiap hari gue udah negur dan nasehatin Sapi dan Kerbau, jangan pup sembarangan. Udah pup sembarangan, gak pake disiram lagi. Super kebangetan banget, kan? Gak mungkin kan, gue yang beresin tai nya. Kadang, kalau gue jalan gak pake mata, tai yang bertebaran di jalan suka terinjak oleh kaki gue yang mulus ini. Gue jadi kepikiran untuk memakaikan mereka popok bayi, biar tai nya gak berserakan dimana-mana.

Namun gue tak terlalu mempermasahkan, namanya juga binatang. Harap dimaklumi. Jadi yang suka pup dan pipis, itu tandanya sama dengan.....  
(silahkan jawab sendiri). Hehe

Melihat tai sapi dan kerbau yang bertaburan...eh..bertebaran di jalan. Ide gue muncul, untuk memanfaatkan berak sapi dijadikan sebuah karya seni. Selain gue punya air seni, gue juga punya jiwa seni yang harus disalurkan biar tidak tertelan siluman eh..jaman.

Sehabis pulang sekolah, biasanya gue janjian ama teman-teman untuk main bersama. Kalau udah ngumpul. Ada-ada aja kerjanya. Salah satunya, menghias tai sapi dan kerbau. Tai mereka berbentuk bundar mirip bakpao, lembek dan berwarna hitam kehijau-hijauan, pokoknya gitu deh, yang pernah liat, pasti kebayang kok. Hihihi. Binggung juga, jelasinnya. Cukup bayangin aja. Hahaha.


Setelah memilih tai yang oke untuk dijadikan sample, gue bareng teman-teman mulai menghias. Diatas permukaannya, kita beri batu bulat, tuk menandakan kedua mata, dan batu agak sedikit lonjong untuk hidungnya, tak lupa disusun batu-batu kecil membentuk bibir. Ini belum selesai Sob..! tak lupa, kita mengambil bunga dan dedaunan untuk aksesoris, biar makin keren. Selain membentuk wajah, kita juga membentuk kue. Kereaktif, kan kita?? TIDAAAKKK...itu namanya kurang kerjaan..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Buruaan komentar..selagi gratis..:D