Rabu, Oktober 23, 2013

Ada apa dengan mu ( sapi )??

Halloo semuanya..sudah lama rasanya, saya tidak menyapa teman – teman yang ngefans berat sama saya
 *Disorakkin warga se kampung*. Maklum, akhir – akhir ini saya punya hobi, suka sibuk dan sok sibuk, jadinya blog suka terabaikan dan tersapu badai, dan badai pasti  berlalu (???) * mulai stress*.

Ternyata, seminggu lebih sudah lebaran Idul Adha berlalu. Umat muslim diseluruh dunia pun tak lupa untuk berqurban, mulai dari kambing, sapi, kerbau, unta, bahkan ada yg qurbanin perasaan..#lha??. Walaupun tahun sekarang baru bisa ngorbanin perasaan,semoga tahun depan bisa qurbanin kambing, sapi and friends.

Ngomongin masalah hewan qurban, ada kejadian unik di kampung saya sejak dua tahun berturut – turut. Pada penasaran, kan??. Hal uniknya adalah, sebelum hari pembantaian, sapi mendadak suka ngamuk dan kabur. Sepertinya, sapi tersebut belum siap untuk dipotong. Mungkin keinginan dan cita – cita si sapi belum kesampaian. Seperti punya mobil mewah, rumah bagus, berkeluarga, naik haji,dan diwisuda. Oke, abaikan saja ini.

Tahun sebelumnya, si sapi hanya sekedar kabur dan melarikan diri. Walaupun  nasibnya berakhir juga oleh tukang jagal. Tahun sekarang, agak sedikit menakutkan. Selain kabur, si sapi ngamuk dan menyundul sana – sini. Sepertinya, si sapi suka lihat om sule goyang sundul, deh.

Seorang anak menjadi korban sundulan sapi, mengakibatkan dibagian kepalanya agak sedikit lunak. Sesama sapi pun ikut kena sundul, sapi tetangga sebelah rumah yang siap untuk dipotong, lagi nyantai diikat di depan rumah mendapat jatah sundulan dari sapi ngamuk. Ckckck
Bahkan mobil yang parkir dan tak berdosa ikutan disundul oleh si sapi..Ternyata si sapi tak bisa membedakan, mana manusia dan benda.


trus, apa kelanjutannya, Yura??


Apa yaa..?? Saya mendadak bingung bin linglung.

Daripada saya bingung dan yang baca juga ikutan bingung, lebih baik kita makan dadar gulung di bawah payung.

Sekian dan aura kasih..*gulung – gulung masuk selimut*

Kamis, September 26, 2013

#CeritaBadai " Pulang"


Karena kecepek’an tiada tara membabi buta, ketemu sama kasur empuk dan selimut tebal itu, sesuatu banget. Rasanya, menemukan segelas air di Padang Pasir..#Tsaah. Maunya gak mau pisah, pengen nempel terus kayak perangko. Tapi, kalau kelamaan tidur capek juga.. *Jadi sebenarnya ente maunya apa,Yura??*.

Saat bangun dari tidur, kontraksi dikaki mulai terasa. Luar biasa sakit, pokoknya komplikasi nyeri, pegel, dkk..Rasa yang selalu dirasakan kalau habis turun gunung.Kadang kala, rasa itu akan dirindukan kalau sudah lama gak naik gunung. Pegel-pegel seneng gitu deh..hehe.
Setelah melakukan rutinitas pagi, hal yang pertama dilakukan adalah ngaca #KacaManaKaca. Bukan karena saya sok kecakepan, bukan itu. Tapi, ngaca untuk melihat seberapa tingkat eksotis kulit saya *hitam aja dibilang eksotis,:p *.

Pagi ini terasa berbeda sekali, lebih adem ayem. Suara pepohonan yang berisik ditiup badai tidak ada lagi. Sepertinya, badai sudah berlalu. Tapi, kenapa badai berlalunya saat kita sudah di bawah..#TanyaKenapa. Oh..ini tidak adil..sungguh..masak O’ong, sih..#GarukDinding.

Karena, sudah beberapa hari badan tidak disirami dengan air, badan saya menjadi layu dan kering kerontang *itu badan apa bunga,buk?*.Mau gak mau, dan emang harus mau untuk segera mandi. Gak mandi aja sudah dingin, apalagi mandi.Tidaakkk..saya mendadak galau memilih mandi apa gak. Mandi gak mandi, wujud saya begitu-begitu aje, gak ada berubah.

Daripada menimbulkan polusi udara dan bisa mengakibatkan bulu hidung rontok, saya pun memilih mandi. Baru nyentuh air sedikit saja, dinginnya berasa banget. Jadi, sebelum mengguyurkan air ke badan, saya main air dulu di kamar mandi, nyuci muka, nyiram tangan dan nyiram kaki *Nyiram badan sama rambutnya kapan,Yura?*. Setelah beradapatasi dengan air berasa es, dengan gaya mandi secepat kilat, akhirnya saya mandi juga. Alhamdulillah, ya..udah wangi lagi. Yang brondong mari merapat, kakak udah wangi ne..#lha?? #Siap-siap dilempar mercon ama Brondong.

Kamis, September 12, 2013

#Cerita Badai "Turun Gunung.."

Yee..akhirnya bulan ini gue nulis juga..tulisan pertama di bulan September gak pake ember..#lha??.

Berhubung ditagih terus sama fans-fans saya mulai dari dunia nyata sampai dunia maya. Daripada blog ini dianggurin ntar dipatok ayam tetangga,alangkah baiknya saya lanjutin “cerita badai” nya,daripada penasaran tingkat eyang bubur..
Biar cerita badainya nyambung,silahkan baca cerita sebelumnya. Kalau gak mau,gak apa-apa,tak ada keterpaksaan antara kita..#tsaah.

Langkah kaki semakin mendekat ke tenda,suara itu meminta saya untuk membuka tenda dan meminta makanan untuk bekal muncak..siapakah dia??. Ternyata,dia adalah Bg Ahmad. Badai terus bertiup saat itu yang bener-bener mengurungkan niat untuk muncak..huhuhu..#PelukKakAan.
Bg Ahmad dan Sergey mencoba untuk muncak dan beberapa rombongan tetangga tenda sebelah. Walaupun badai terus menerpa. Kita kembali melanjutkan tidur nyenyak..Zzzz..

Sekitar pukul 08:00 pagi waktu jam tangan Bg Jam (??),Sergey dan Bg Ahmad sudah kembali masuk tenda..Ternyata,mereka semua gagal muncak. Mereka memilih untuk turun karena diatas angin terasa lebih kencang. Karena,semakin keatas vegetasi semakin berkurang. Memilih untuk kembali ke tenda mungkin itu adalah pilihan terbaik saat itu. Alam itu bukan untuk dilawan dan  membuktikan kepada semua orang kalau kita hebat dan gagah perkasa..No..No..menurut saya itu tak ada gunanya. Setidaknya,segala tanda-tanda yang terjadi di alam untuk kita pelajari,bahwa  kita bukan apa-apa dibandingkan kekuasaan dan ciptaannya yang ada di Bumi ini. Kalau saya berdiri di atas puncak Gunung,saya berasa jadi butiran debu. 

Betapa kecilnya diri ini. Jadi,tak ada alasan tuk menyombongkan diri di atas bumi ini,kalau mau menyombongkan diri pindah aja  ke planet lain..*lha??kok saya jadi sokbijak dan sewot begini yaa??* #Toyor2MukaSendiri.

Sabtu, Agustus 31, 2013

120 Menit Saja

Apa yang sobat lakukan saat berada di suatu tempat pertama kali di kunjungi seorang diri dan harus menunggu kedatangan travel dalam waktu yang cukup lama?? Mungkin ada yang menjawab istirahat,duduk disuatu tempat,atau berkeliling sekalian jalan-jalan bisa juga sekalian nyari pacar.

Kalau saya lebih memilih jawabannya,jalan-jalan bahasa kerennya Travelling. Itu yang saya lakukan saat berada di Kota Palembang pada pertengahan agustus ini. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di kota yang terkenal dengan makanan khasnya, mpek-mpek. Kedatangan saya ke Provinsi ini untuk menghadiri pesta pernikahan sahabat saya,Irma. Dari Kota Palembang menuju kediaman Irma,butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.

Pukul 07:00 pagi saya sudah berada di Kota Palembang,setelah menempuh perjalanan 21 jam dari Kota Padang. Tempat yang pertama saya datangi adalah Mesjid Agung Kota Palembang. Saya mengikuti saran Irma,karena travel menuju rumahnya terletak bersebrangan dengan Mesjid Agung.Maka,saya harus menemukan mesjid ini terlebih dahulu. Bersyukur,dengan mudah saya bisa menemukan mesjid ini atas bantuan Bapak Sopir Angkot yang baik hati.

Sesampai di depan mesjid,saya mencoba menghubungi Irma dan memberitahu saya sudah sampai. Tak perlu pusing tujuh keliling,dengan mudah saya bisa menemukan lokasi travel yang di maksud,walaupun gak pas-pas amat,yang penting tau.hehe.Berhubung saya sampai diluar dari prakiraan Irma,saya sampai kepagian lho..Ia yang sudah 4 tahun mondar-mandir jurusan Palembang-Padang untuk studi di Padang,jadi sudah lebih berpengalaman dibandingkan saya yang baru pertama kali kesini.

Travel menuju kampung Irma mulai berangkat pukul 09.00 pagi. Sedangkan saya sudah ada pukul 07.00. Rasanya gak mungkin,saya menunggu dalam waktu yang cukup lama hanya dihabiskan buat menunggu. Rasanya waktu terbuang-buang sia-sia. Irma menyarankan untuk mampir ke Jembatan Ampera yang menjadi Ikon kota ini sambil berfoto-foto ria. Saya mengiyakan saja sambil mikir di jamban tetangga “apa??masak sepagi ini saya suda bernarsis ria di atas jembatan,apa kata dunia??”.


Kamis, Agustus 29, 2013

Kembali

Haloo haaa..Sahabat Blogger semuanya..*Melambaikan kaki dari kejauhan*

Semoga yang disana dan dimana-mana (gak bisa sebutin satu-satu..:D ) pokoknya semua sehat selalu. Badan sehat,Kepala sehat,dan gak kalah pentingnya dompet ikutan sehat juga.hahaha #Maunya *buru-buru ngelirik dompet,semoga isinya nambah (???)*.


Akhirnya,saya nulis lagi.
Ya nulis..

"Nulis apaan ayoo??"
"Ya nulis Blog.Blog yang senasib ama PLN di kampung saya,suka hidup mati" (lha??) *Puk-Puk Blog*


Listrik yang mati-hidup-mati saja dapat jatah kena semprot dari saya. Apalagi yang punya blog ini (lha??) #AmbilKaca.

Sebenarnya,dari hati yang terdalam. Saya gak tega menelantarkan Blog kece sekece yang punya #uhukk *DilemparinMerconSekampung*. Namun apadaya,kepala dan jari saya suka gak sejalan dan se harmonis dulu lagi. Susah untuk  seiring sejalan untuk satu tujuan akhir-akhir ini. Bahkan si Jari pun berniat menjatuhkan talaq satu buat si Kepala (Yee..ngikut Seleb aja ne..!:p). Tapi belum saya ijinkan. Saya gak mau blog ini menjadi korban pelampiasan ulah  si Kepala dan si Jari. Apapun itu,pasti ada jalan keluarnya *Buru-buru nyari pintu doraemon*.

Biasanya,setiap persoalan pasti ada jawaban,walaupun harus nyontek jawaban punya teman sebelah #GagalBijak.


Semoga perseteruan si Kepala dan si Jari bisa akur seperti dulu lagi,ya Sob. Jadi, Blog ini tidak terabaikan dan kurang diperhatikan. Jangan sampai jadi Blog Gembel dan terlunta-lunta di dunia yang keras ini #tsaah.




Sabtu, Juli 27, 2013

#CeritaBadai "Menuju.."

Yang puasa suaranya mana..??bagi yang belum gosok gigi gak usah bersuara dulu ya..gosok gigi dulu sana..!!

Sebelumnya,saya mau ngucapin selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan,semoga diberi kekuatan,kesabaran menjalankannya dan diberkahi olehNya.Aamiin..
yang penting tetap semangat beraktivitas ya sob..!! semangat tidur misalnya..#eh??


Kayaknya Sudah pada gak sabaran pengen tau kelanjutan cerita badai,ya kan?? Enggak tuh..!!
Ya udah..saya gak jadi lanjutin ceritanya..-________- #Ngambek : Mode on
Daripada ngambek nanti bisa berubah jadi mbekk..mbek…mendingan lanjutin aja ceritanya deh. Ntar ada yang makin penasaran lagi..:D

Senin, Juli 08, 2013

#CeritaBadai "Sebuah Keputusan"

Setelah cacing-cacing Bg Ahmad berkontraksi di dalam perut akibat Nasi Goreng Pepaya dan Alhamdulillah tidak berdampak yang lebih parah kepada kondisi kesehatan Bg Ahmad. Kita harus tetap pada tujuan semula untuk menginjakkan kaki di Gunung Kerinci. Kerinci I am kambing coming..

 Sebelumnya,saya akan memperkenalkan Pasukan Badai Santai Kayak di Pantai.

1.Bang Jamie, ini kepala suku kita yang ngaku kampungnya dari Zimbabwe dan orang yang berada di garis depan. Komando kepada ia kita serahkan. Jika ada pasukan negara api menyerang,Bg Jamie yang akan segera menghadang didepan dan siap menerkam..#lha??. Pengalaman Bg Jamie masalah dunia petualangan komplit deh,yg penting siapin aja telinga buat dengar ceritanya. Pendakian bareng kita kali ini,pendakian yang sudah masuk angka belasan untuk gunung kerinci saja.kayaknya Dari Bg jamie mulai merangkak dah mulai mendaki deh..!! keren kan?? :D

2. Bang Ahmad,walaupun cuma kenal beberapa hari. Kalau dilihat dari foto2 dan dengar ceritanya,pengalaman pendakiannya komplit juga. Rinjani,Semeru,Slamet dll..komplit deh. Dan bela-belain dari pekalong untuk datang ke sini.

3. Sergey,Bule asal Rusia. Yang diberi gelar jadi chef ekstrim,hobi bereksperimen mencampurkan bahan masakan.

4. Randa, cowok yang sadar banget kalau dia sudah tua. Padahal kita sebaya,kayaknya dia terobsesi jadi orang tua deh. Padahal iklan sudah bilang “jadi orang tua itu menyenangkan,tapi susah menjalaninya” #lha??.orang Yang suka ngakak gak jelas kayak patrick. Dan hobi solo backpacking.

5. Kak Yandi,gadis yang berasal Banyuwangi dan harus terdampar ke Padang untuk mengumpulkan sekarung berlian bekal jadi ibu rumah tangga. Setelah menggantung carrier sekitar 7 tahun,akhirnya jiwa mudanya bergelora kembali untuk kembali mendaki yang bikin badan banyak daki.

6. Kak Sari, ibuk guru yang semngat 45. Berusaha memanfaatkan waktu libur dengan sebaik2nya,gak mau ketinggalan untuk liburan padahal belum masuk waktu libur.

7. Kak Aan, walaupun badan imut dan kulit cling kayak laura basuki tetapi gak takut keling. Yang suka dunia travelling dan hiking. Kecil-kecil cabe rawit gitu lho. Kalau jalan bareng kak aan..dijamin deh,ada aja yang bkin ketawa.walaupun malu-maluin.haha

8. Karina..saya tak banyak tau tentang ia. Yang saya tau,Ia seorang perempuan yang memutuskan untuk keliling Indonesia dan menikmati alam Indonesia.

9. Terakhir,Saya. Anak yang sering dibilang cewek aneh oleh teman2nya. Dan anak yang sudah keling dari lahir. Nasip..nasip..*heii..nasip itu pake "B" Yura..bukan "P"*. Dari kecil suka main kotoran2.kata Mama,kotor itu baik. Yang masih bercita-cita menjadi  artis cilik yang  gak sadar umur.

 Udah pada kenal semua kan??

Pasukan Badai (gak komplit) :)


Minggu, Juli 07, 2013

#CeritaBadai "Nasgor Pepaya"

Ketemu lagi dengan Yura disini..dimana ente Yura??#CelingakCelinguk
woiiii..ane disini #KeluarinKepalaDariDalamTongSampah 
weww..(?????). 
Maafin dakuw ya qaqa..menghilang dari dunia perblog-an karena satu dan banyak lain hal..AAAALAAAAAAAAAAAAAAAAASAAAAAAAAAAAAAANNNN…
 Kembali ke cerita Badai…

 17 juni 2013
Sekitar pukul 05:30 WIB,kita sampai di kota Sungai Penuh. Berhubung sungainya sudah penuh,jadi saya gak boleh numpang mandi #GagalPaham. Eh,tapi beneran kok nama kotanya Sungai Penuh.
Setiba di Sungai Penuh,kita akan diturunkan lewat jendela mobil di kontrakan Bg Jamie dan kita semua gak tau dimana tempatnya. Dengan panduan Bg Jamie lewat Hp,kita mendarat dengan selamat. Sampai-sampai Bg Jamie harus melambaikan tangan dengan rambut tergerai kayak iklan shampoo ketombe..hehe