Sebagai orang Padang asli, asli banget dan bukan KW-KW-an. Orang Padang biasanya identik dengan makanan yang pedas-pedas. Itu gak berlaku buat gue. Gue gagal
menjadi orang Padang, karena bener-bener takut sama makanan pedas * Mama pulang gue ke Eropa..*. Tapi itu dulu,
waktu gue masih unyu-unyu dan bau..(eeh?).
Mama dibikin sedikit repot karena
gue. hehe. Maaf ya Ma.. Di rumah aja, Mama harus memisahkan makanan yang gak ada
satupun yang berhubungan dengan cabe. Jadi, di rumah ada dua piring makanan
yang bercampur sama cabe dan gak bercampur dengan cabe.
Jika berkunjung ke rumah tante atau
menginap di rumah saudara, Mama selalu berpesan untuk memisahkan makanannya,
biar gue bisa makan. Sampai kelas 6 SD,
gue masih takut sama cabe. Kadang Mama berusaha membujuk gue untuk sedikit-sedikit
makan pake cabe. Kata Mama, kalau makan sama cabe bikin kita kuat. Tetap aja
gue gak percaya. Setiap hari gue kuat juga kok, kuat tidurnya.
Karena anti banget dengan cabe,
sampai-sampai langganan sate Mama, tau kalau gue takut sama cabe. Jadi, kalau
Mama udah ngajak gue makan sate. Gak perlu dikasih tau lagi, kalau gue ikut makan,
pasti kuah satenya sedikit sekali. Mama kadang suka nanya
“emang gimana rasanya makan gak pake cabe?”
“gak gimana-gimana kok, Ma..enak kok..”Gue lanjut menyantap makanan, dan Mama hanya bisa geleng-geleng kepala.
Sedikit aja nasi gue bercampur dengan
segala sesuatu yang ada unsur cabe didalamnya. Gue langsung mengganti nasinya. Parahnya lagi,
kalau makan rendang, dagingnya gue cuci. Hehe. Tak heran, jika makanan favorit gue
waktu kecil, nasi sama kecap manis dan nasi dicampur garam. Tak salah lagi, makanya
gue jadi ikutan manis sampai sekarang. APAAAAA?? *Muntah beling*
Kalau di think-think sambil guling-guling diatas beling, kepala gue langsung
muncul tanda-tanya besar. Kenapa, ya..? gue sebegitu takutnya sama cabe.
Padahal cabe kan, gak ngapa-ngapain gue, gak pernah ngecewain gue (lhaa??).
Malah cabe bisa menambah citarasa makanan *alaah..gue ngomong apa ini? Kayak pengamat
kuliner aja*.
Beda banget sama gue yang sekarang,
waktu kecil sebegitu anti dan menjaga jarak dengan yang namanya cabe. Sekarang,
gue gak bisa hidup tanpa cabe. Kalau makan gak ada cabenya, hidup gue terasa
hampa #Tsaah. Dan gue ikutan stress kalau harga cabe melambung tinggi di
pasaran. Pak dan Ibuk Menteri, jangan naikkan harga cabe, ya..Karena separuh
akuu..dirimuu...CABEEE...*eh salah lirik*.
