Tampilkan postingan dengan label Danau Gunung Tujuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Danau Gunung Tujuh. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 17, 2013

Visit Kerinci (Danau Gunung Tujuh) Part 3


Yang belum baca cerita sebelumnya,silahkan ubek-ubek part 1 dan part 2..

Setelah istirahat dan mengumpulkan tenaga dengan sebatang rokok..eh itu khusus buat bg Jamie yaa..kita yang cewek2 gak ngerokok kok. Kita kembali melanjutkan perjalanan. Kak Aan berada diurutan pertama dan saya dibelakangnya. Kebetulan juga,carrier kak Aan berat jadi pengen cepat2 sampai. Mendaki dan menurun itu hampir sama saja. Saat menurun kita butuh kekuatan kaki yang kuat agar seimbang menahan berat badan sekaligus beban,takutnya kita bisa meluncur dengan indah ke bawah. Lagipula saat itu jalan licin. Penurunan bener2 deh. Ketika menurun,saya dan Kak Aan kepikiran bagaimana jalan pulang besok.Karena,kita tetap melewati jalur yang sama. Aah..yang penting sampai dulu,pulangnya nanti dipikirkan. Mana tau  kita pulang dijemput ama helicopter atau pinjam pintu ajaib doraemon #Ngimpi.

Sekitar pukul 19:30 Wib,kita sampai juga di pinggir danau setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan,terutama bagi Bg Jamie dan Velyz,secara mereka baru turun dari Gunung Kerinci,kemudian dilanjutkan ke  Danau Gunung Tujuh. Woow..

Saat itu,sudah ada beberapa tenda dipinggiran danau. Tak lama kemudian,kita mendirikan 2 buah tenda. Setelah semua beres,kita langsung memasak beras (nasi kan udah masak,jdi gak prlu dimasak lgi..).

Lagi-lagi ada saja kejadian yang bkin nyesek. Tau gak??lagi asyik2 masak didepan tenda,ternyata datang seonggok..eeh seorang pria yang manggil dengan sebutan “abang”helloo..saya itu perempuan tulen,jangan manggil abg donk!!ckck. Mungkin karena pencahayaan kurang, kebetulan juga lagi make jaket hitam dan jilbab abu2. Saya dengan manis mengiyakan apa yang dikatakannya,dan dia pun berlalu. Ternyata dia mahasiswa disalah satu kampus di Kota Jambi lagi pelantikkan anggota Mapala dikampusnya,jadi kalau agak sedikit ada kehebohan,harap dimaklumi.
Aaah..biarin deh. Gak perlu dipikirin.

Cuaca yang dingin membuat perut minta cepat2 diisi,setelah beras masak, waktunya makan malam bersama.sedapnya..

Setelah capek ngomong-ngemeng,akhirnya anggota tubuh demo minta diistirahatkan. Kita pun menggenakan peralatan tempur masing2,jaket tebal,sarung tangan,kaus kaki,kupluk dan masuk kedalam sleeping bag masing2. Belum lengkap rasanya,kalau gak narsis sebelum tidur.paraah banget tingkat kenarsisannya yaa??hehe

Rabu, Januari 09, 2013

Visit Kerinci (Danau Gn.Tujuh) Part 2


Udah baca part 1 nya belum??baca dulu deh part 1 nya,takut gak nyambung ne ceritanya..jangan sampai ada dusta diantara kita #Eh??

oke..tanpa memperpanjang kata muqadimmah,langsung saja ke ceramah kita kale ini..(Heii..Yura jangan ngawur donk..!)#MndadakJadiUstazah
Postingan kemaren sampai mana ya?*Mikir Keras* 
lanjut aja deh..

Siang pun menjelang dan sudah waktunya makan siang. Di ruang tengah,Mama Kak Sandra sudah menghidangkan makanan siang tanpa sepengetahuan kita,tiba2 saja ditawarkan makan siang. Kan jadi gak enak,dari tadi kita cuma ngaso di ruang tamu,meregangkan otot dan urat syaraf yg tegang.

Berhubung rejeki gak boleh ditolak,kita pun menerima tawaran makan siang. Lagian,gak enak  juga menolak niat baik seseorang. Mama Kak Sandra sudah  menyiapkan dg susah payah,lagian tak tau kapan lagi ada kesempatan makan siang disana. Tak lupa, fatih makan bareng kita,Padahal kata Nenek Fatih, (Mama kak Sandra) ia sudah makan sebelumnya.Hmm..sepertinya ia sudah takluk dengan kita dan gak malu2 lagi (Apa seh Yura??). Memang seh,segala sesuatu butuh waktu. Contohnya waktu untuk dekat dg seseorang..Uyee..ulala..

Selesai ngasih makan buat anaconda dalam perut. Sebagai tamu yang tau sopan santun,baik hati,dan suka menabung,kita bersih-bersih ria. Berhubung logistik masih ada yang kurang,sebelum berangkat kita membeli dan sekalian memasak sambal. Kak Yandi,Kak Sari,Kak Aan,Kak Sandra,dan Bg Simond berbagi tugas membeli keperluan ke luar. Ada yg ke kedai dan ke Minimarket. Kalau saya?? Saya dirumah pemirsah..kebagian tugas masak,mungkin karena tampangnya mirip ama pantat kuali,jadi cocok lah buat didapur..-_- . Gak apa lah,tapi bisa PDKT ama Fatih..(Waspadalah fatih..tante Yura itu berbahaya lo..)

Setelah segala sesuatu perlengkapan terpenuhi. Sekitar pukul 4 sore,kita berempat diantar oleh kak Sandra dan Bg Simon untuk menunggu angkot ke Resort Gunung Tujuh, disekitaran Pasar Sungai Penuh. Saat itu,saya dibonceng sama kak Sandra dengan Vespa antiknya..suatu kehormatan bagi saya dibonceng sama vespanya. Ketika melihat vespa kak Sandra,saya langsung jatuh hati dengan vespanya (Maaf ya kak..ternyata Yra lebih naksir ama vespanya,bukan sma empunya..*Dijambak2Kak Sandra*). Ini ciyuss lo..akhir2 ini saya merindukan naik vespa,terakhir kali naik vespa kayaknya jaman2 SD lah,secara vespakan termasuk barang antik. Ternyata doa saya dikabulkan oleh Tuhan. Tapi kok dibonceng ama Kak Sandra,yaa..??Maunya kan ama “someone” hihi *peace Kakak Cantik*.

Oke..mari kita tinggalkan masalah vespa. oh iya,ada yg lupa ne,sebelum berangkat kita narsis bareng fatih dulu..keren kan?hehe




Saat penantian angkot kita ditemani hujan yang turun dari langit. Membuat suasana makin dingin aja. Disela2 penantian,kita bernarsis ria alias “Dugem” (Duduk gembel).Liat aja,ini buktinya..


Angkot yg lewat sudah berseliweran dari tadi,tapi angkot yang kita tunggu, yang sudah dipesan ama Bg Simon belum nongol juga. Jangan2 angkotnya nyasar kale,ya?? (Jangan Ngasal deh Yura). Kadang dalam hidup, kita harus sedikit bersabar untuk menunggu,menunggu sesuatu yang memang dipilihkan untuk kita,ketika banyak pilihan yang membuat kita berpaling #MndadakBijak *Abaikan*.

Penantian  kita berakhir sudah dan saya sudah gak jom..jom..jomblo lagi..(Jadi situ pacaran ama sopir angkot y,Yura?? #jlebb)Bukaan..maksudnya penantian menunggu angkot end. Carrier kita pun langsung dinaikkan keatas angkot dan ikat. Perjalanan dari Kota Sungai Penuh menuju Resort Gunung Tujuh kurang lebih 1,5 jam lebih kurang (Kalau berlebih,ambil saja kembaliannya buat kamu,yaa..).

Perjalanan menuju  Resort Gunung Tujuh menyuguhkan pemandangan yang menyejukkan mata. Kita melewati perkebunan teh yang dikelilingi perbukitan. Oh indahnya..

Tapi,angkotnya membuat saya tidak nyaman. Karena angkotnya sempit,saya gak bisa selonjoran.Aah..tapi bisa ditahan kok,yg penting hati saja yang dilapangkan. Saya selalu ingat perkataan enyak tercinta,”bagaimana pun keadaan, sesempit apapun itu,yang penting hati kita tetap lapang,InsyaAllah kamu bisa tetap bahagia dan bersyukur”#Eheem. Tapi,emang bener kok. Ketika saya melihat keluar kaca angkot,diluaran sana turun hujan dan orang2 pada kedinginan sambil berpayung2 ria dan bersarung2 ria. Tapi,saya didalam angkot  tidak terlalu merasakan hal yang sama,terbebas dari rasa itu,karena suasana dihangatkan oleh hadirnya kak Sari,Kak Yandhi dan Kak Aan yg cantik2..co cuiiitt…#MuntahBerjamaah(Jadi mereka sama kayak kompor yaa??).

Masih penasaran dengan cerita selanjutnya..??
Ngeteh dulu bentar  yaa…*Slurrrppp*