Tampilkan postingan dengan label Busway. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Busway. Tampilkan semua postingan

Rabu, Desember 11, 2013

Malas Bertanya, Salah Masuk Busway

Jadi ceritanya begini, saat berkunjung ke kota Pekanbaru dua bulan yang lalu. Ngapain ke Pekanbaru Yura? Mau ngembangin usaha pergembelan di sana..(???).

Pinjam dari sini 

Atas usulan sepupu saya, Uni Sari, saat kita bertiga mampir ke rumahnya di daerah Panam. Jadi kita bertiga saya, Meli dan Cakni mengiyakan. Kapan lagi kan?. Kita pun diantar ke halte busway. Tak lama menunggu, busway yang ditunggu datang juga. Saat masuk kita disambut sama mbak-mbak kondektur busway. Kami langsung memilih posisi wueenakk..

Setelah berjalan berapa lama di atas busway, si mbak-mbak menanyakan
 “turun dimana dek?”
“Ramayana, Kak”
“Nanti transit di halte..( maef, lupa nama tempatnya).
“Oke deh”.
Akhirnya, kita turun juga di halte yang dimaksud. Ada sedikit kecewa sih. Kirain, ada busway langsung ke Ramayana gak pake transit. Saat dibilang Uni Sari, katanya ada busway langsung sampai Ramayana cukup bayar Rp.3000 plus ruangan ber AC. Mungkin karena kita terlalu jenius, jadi gak ada nanya busway pake transit dulu atau gak.

Semua penumpang pada turun. Kita juga ikut turun lewat jendela. Kita pun langsung nongkrong-nongkrong cantik di halte bersama penumpang yang lainnya sambil menunggu busway selanjutnya.
Sekitar 2 busway sudah lewat, tak ada satu pun bus yang ngelirik kita. Apakah ada yang salah dengan tampang saya? Ciyaann deh loo..Mungkin karena kelamaan menunggu, tiba-tiba Meli berdiri di depan tangga naik masuk busway dan melangkahkan kaki masuk ke dalam. Saya yang berada di belakangnya, ngikutin aja.

Setelah duduk manis di pangkuan Zyan Malik (eh?) *abaikan*. Tiba-tiba kita ditanyai oleh Abang Kondektur busway.

“Turun dimana dek?”
“Ramayana Bang”
“ Bukan ini busnya dek..silahkan turun di halte berikutnya”
 
Setelah nepuk-nepuk jidat tetangga, akhirnya kita turun dan kembali menunggu busway berikutnya kita langsung bernyanyi di atas troatar menyanyikan “ busway yang kutunggu-kutunggu tiada yang datang, kutelah lelah berdiri-berdiri menanti-nanti (lanjutkan sendiri langunya)”. Ada yang percaya kita ngelakuin hal itu? Selamat anda dikibulin..hehe

Belajar dari kesalahan, karena Meli saat menaikki busway langsung nyelonong girls, jadinya salah deh. Daripada gak salah lagi, saya selalu menanyakan setiap bus yang lewat. Sekitar 3 bus yang lewat tak ada yang melewati Ramayana. Saya hampir mengibarkan bendera putih.

Saat itu ada 2 orang penumpang perempuan yang duduk di halte busway. Setelah saling dorong-mendorong siapa yang berani menanyakan mereka mau kemana, kali aja kita satu arah. Ya udah, kita memutuskan berbagi tugas.

Dengan memasang muka angry birds (??) , saya menanyakan kepada perempuan di sebelah saya, ternyata arah kita berbeda. Tak berapa lama, perempuan di sebelah saya langsung pergi dan naik ke atas motor. Jadi kesimpulannya, Ia nongkrong di halte busway nunggu jemputan pulang. Ciyaaann...Setelah itu, perempuan di sebelah Meli pun beranjak dari tempat duduk saat sebuah mobil datang, ia langsung masuk ke dalam. Apaa?? Trus gimana nasib kita??



Jadi kesimpulannya, dua perempuan yang nongkrong bareng kita di halte bukan nunggu busway, ternyata mereka pada nunggu jemputan. Pantesan tampang mereka adem ayem bayem aja. Gak kayak kita, celingak-celinguk plus H2C nunggu busway datang. Hari semakin sore dan busway yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, walaupun ada yang lewat tapi beda jurusan cyiin.

Berhubung, saya sehabis magrib harus segera pulang ke Padang, dan sepupu saya Meli juga sudah ada janji ketemuan dengan temannya. Dengan sangat terpaksa, berharap bisa dapat ongkos murah plus AC, ujung-ujungnya naik angkot juga..tidaakkk.. *garuk-garuk aspal*.

Masak jauh - jauh dari Padang, kita naik angkot juga, sih? Trus, masalah buat tetangga elo githoo?? * mulai stress*.
Begini deh akibatnya, malas bertanya salah naik busway, syukur gak nyasar kemana-mana.
Keep Smile..*nyegir kuda*