Tampilkan postingan dengan label Curhat Gaje. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Gaje. Tampilkan semua postingan

Rabu, Mei 11, 2016

Yang Pertama










Selalu ada untuk yang pertama ….

Ternyata dalam hidup kita akan selalu mengalami hal/pengalaman pertama. Mulai dari saat kita bayi mungkin bisa sampai tua nanti, kita akan menemukan dan menjalani hal pertama. 

Saat kita menjadi anak-anak, banyak pengalaman pertama yang kita jalani. Pertama kita bisa ngoceh, pertama bisa bicara, bisa telungkup, bisa merangkak, berjalan, berlari, makan, dan masih banyak lainnya dan pertama naksir kamu, iya, kamu...

 Saat kita beranjak remaja kita menjalani hal yang pertama juga, pertama masuk sekolah, pertama pake baju sekolah, Pertama naik sepeda, pertama tidak buat PR, dan masih banyak lagi lainnya bahkan sampai pengalaman bagaimana pertama bekerja, menjadi istri, menjadi ibu, sampai menjadi nenek.

Dalam menghadapi yang pertama, setiap orang menghadapinya berbeda-beda, tak terkecuali  saya.  Saat pertama masuk TK, saya diliputi dengan ketakutan. Saat ditinggal di sekolah, saya menangis melihat nenek pulang. Saat itu saya merasa dunia seolah mau membunuh saya, dunia itu kejam, dan tak ada orang yang mengerti saya sebaik saya mengerti diri saya sendri. Tsaaah

Saat masuk ke SD, ketakutan yang berlebihan sudah mulai berkurang. Tidak se-Ekstrim saat masuk TK. Saya lebih sedikit siap, walaupun ketakutan itu masih ada. Karena kita berada di lingkungan yang baru, suasana baru, teman-teman  baru, guru-guru baru. Ketakutan yang saya rasa lebih kepada bagaimana lingkungan yang baru itu bersikap kepada saya. Ketika masa bersekolah di SD, banyak juga saya mengalami pengalaman pertama. Misalnya pertama kali baca puisi di depan kelas, pertama kali jadi pengibar bendera, pertama kali ikut lomba, dan masih banyak lagi lainnya ...

Saat berada di SMP. Saya kembali mengalami hal yang pertama. Pertama sekolah jauh dari keluarga dalam waktu yang cukup lama, pertama tinggal di asrama, pertama kultum di depan teman-teman dan kakak kelas, dan masih banyak hal pertama yang dialami.

Tak terkecuali juga saat saya memasuki masa-masa SLTA dan kuliah, dan magang.

Ketakutan-ketakutan akan menjalani yang pertama selalu muncul. Kadang ketakutan itu tak selalu sama dengan kenyataan. Ketakutan saja yang muncul berlebihan, yang kadang membuat takut dan keraguan berkumpul menjadi satu. Membuat saya sulit berfikir dan memikirkan hal-hal yang baik dan menyenangkan.

Saat saya duduk di bangku SD, membayangkan memasuki bangku SMP itu sedikit mengerikan. Apalagi mendengar pengalaman kakak kelas yang sudah duduk di bangku SMP. Bagaimana pengalaman saat mengikuti MOS, bertemu dengan senior yang galak dan suka marah-marah, bertemu guru yang nyebelin, banyak tugas yang membuat waktu bermain jadi berkurang. Oh noo….

Begitu juga saat menginjak bangku selanjutnya … yang ketakutannya tidak jauh berbeda.

Jika saya mengingat pengalaman yang lampau dengan segala ketakutan yang muncul, sekarang saya bisa bersyukur dan sedikit bisa menertawakan diri sendiri. sekarang semua ketakutan saya itu terlihat konyol dan tidak masuk di akal. Mungkin saat itu akal saya belum cukup umur kali, ya? Eh?

Kenapa saya bisa menangis saat ditinggal nenek pulang saat TK?” Toh, saya akan dijemput lagi dan kembali pulang ke rumah

“Kenapa saya ngumpet di bawah meja saat diminta menjadi pengibar bendera?” Akhirnya, saya tidak takut lagi untuk melakukan untuk ke dua kali dan seterusnya…

“ Kenapa saya bisa menangis dan mengatakan Mama tidak menyayangi saya?saat beliau mengantarkan saya bersekolah jauh dari keluarga dan sulit bertemu dalam waktu yang cukup lama”. Padahal, semua itu membuat saya lebih berani, mandiri dan tetap waras dalam menyelesaikan persoalan yang saya alami.

“ kenapa saya begitu takut sekali saat pertama kali naik bus dan membuat saya tidak bisa tidur selama di perjalanan?” Toh, sekarang saya lebih bisa menikmati perjalanan jarak selama di bus.

kenapa saya bisa takut sekali saat diminta berbicara di depan kelas?” Dan, sekarang saya lebih bisa menikmati berbicara banyak di depan umum. Walaupun grogi pasti tetap ada. Hehe

Ya, masih banyak sebenarnya hal pertama yang saya lewati, dan saya berbahagia  bisa melewatinya. Dan bisa mengatakan “ ternyata saya bisa melewatinya juga, ternyata tak seburuk yang dibayangkan”.

Dari semua ketakutan yang saya jalani, saya cukup banyak belajar. Belajar menjadi lebih baik lagi, tetap terus belajar, dan terus memperbaiki kekurangan. Jika pengalaman pertama kurang baik dan banyak kesalahan, pada kesempatan berikutnya kesalahan itu tidak terulang lagi. Cukup satu kali jatah berbuat salah, jangan lakukan untuk kedua kalinya. Teruslah memperbaiki diri. Jangan seperti Keledai mau jatuh ke dua kalinya ke lubang yang sama. Kalau jatuh ke hati yang sama untuk  kedua kalinya, adek mau kok Bang …. Hadeeehh…

Akhirnya, saya menyadari bahwa ketakutan akan sesuatu yang akan datang dan masih di depan mata, tidak perlu terlalu didramatisir dan saya berubah menjadi “drama quen” . itu hanya membuat saya jalan di tempat dan tidak melakukan apa-apa. Bukankah alam semesta ini terus bergerak? Kenapa memilih diam ?


Tak seharusnya saya memikirkan sesuatu yang masih menjadi rahasia. Segala ketakutan itu tidak terlalu penting, jika saya lebih banyak fokus untuk memperbaiki segala kekurangan. Dan menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Semoga. Aamiin.

Hiduplah untuk hari ini, persiapkanlah untuk hari esok yang lebih baik. Horassss…. salam kuper ...

Rabu, November 05, 2014

Lama Sudah

Oh begini rasanya, lama sudah tak menulis. Menulis blog maksudnya. Menulis untuk yang satu itu tetap lancar. Sttsss...RHS....

Ada rasa kangen merangkai kata-kata tanpa  aturan baku yang sedikit mengikat. Kata-kata terus mengalir bebas. Sekarang, saya binggung mau menulis darimana. Hahaha

Ya udah ya...yang penting tetap lanjut tidurnya, eh nulisnya....
Saat kita berhenti melakukan hal-hal yang kita sukai dan dilakukan dengan senang hati. Itu kalau kata artis dangdut yang lagunya lagi “Hits” sekarang, “ sakitnya tuh disinih”...hahaha...lebay bingits yah?

Sudah, Lupakan.

Sebenarnya bukan berhenti, hanya saja cuti alias istirahat sejenak. Mungkin ini bisa disebut dengan pengorbanan. Istirahat sejenak melakukan hal yang disenangi demi skrip.... Eh...*tutupmulut*

Sebenarnya, saya ini termasuk jenis spesies (Manusia) yang suka sekali bercerita dan mendengar cerita, apa saja. Dari hal serius sampai yang ga jelas yang bisa bikin perut mules. Hihihi. Bahkan, waktu kecil saya terbilang anak yang cerewet. Hihihi. Jadi malu. Kalau sekarang udah enggak, enggak kalah cerewet maksudnya. Upss *abaikan*. Maklumlah, ya...ibuk-ibuk *benerin jilbab*.


Kelihatannya, saya makin ga jelas. Mungkin lebih baik, saya akhiri sampai disini. Muaah...muaah...*pelukpembacasetiablogsaya*

Jumat, Maret 07, 2014

Maju Kena Mundur Kena

Sekarang udah tanggal 7 bulan 3 aja, ya? Bulan baru sudah lewat, dan saya belum menulis postingan baru di blog. Halaah..keliatan kalau saya pemala....*teks hilang*

Saya adalah makhluk tuhan yang paling sexy..suka banget bercerita. Kadang  ada aja yang mau diceritain. Walaupun ujungnya, suka tertawa gak jelas. Kadang menertawakan diri sendiri. Hahaha *mulai gila*

Saking suka cerita pake bingit *ngikut gaya ABG*, saya lupa darimana memulai ceritanya. Hasyeemm...*dilempar galon*.

Kalau kamu duluan yang cerita gimana? *kedip-kedip brondong* *ganjennya kumat*.
Begini ceritanya...


Beberapa hari yang lalu, tiba-tiba angkot yang saya tumpangi bisa terbang dipukul dari belakang..
Prok..prok..
bukan..bukan...pokoknya ya gitu deh bunyinya...

Saya yang lagi asyik curi-curi pandang ama pak sopir menikmati makanan yang dijajakan pedagang kaki lima yang berjualan di sepanjang jalan. Emang bikin lapar mata. Perut saya melambai-lambai minta diisi *itu perut apa nyiur ya?*

Angkot yang saya tumpangi sudah cukup lama terjebak macet di pasar raya. Angkot belum bisa bergerak dan segera move on. Masih ngetem disitu-situ aja. Sampai-sampai saya jenggotan. Ibaratnya, seperti  seorang yang sudah putus dengan pacarnya, tapi belum bisa melupakan kenangan indah bersamanya. Pedihhh..*nangis darah*

Setelah di pukul beberapa kali, angkot maju sedikit ke depan. Sepertinya nyari tabrakan beruntun dan mengenai angkot yang di depan. Mendadak, langsung saja sopir angkot yang di depan keluar dan marah-marah. Saya menjadi terkejut. Kayaknya si bapak sopir itu lagi dapet deh..sensitif amat jadi orang, amat aja gak sensitif.

Biar gak susah mikirnya. Kita sebut saja mawar, nama abang sopir angkot yang saya tumpangi. Sopir angkot yang di depan saya, melati. Abang sopir angkot yang dibelakangnya, sebut saja Anggrek. Jadi, posisi angkot yang saya tumpangi berada di tengah-tengah. Antara angkot abang melati dan abang anggrek. Kebayang kan? Enggaakkk...Grrrrr....

Karena, angkot abang mawar sudah dipukul dari belakang. Bang mawar sedikit memajukan angkotnya ke depan. Saya kurang tau persis gimana kejadiannya. Sepertinya, angkot bang mawar sedikit mengenai angkot bang melati. Tergores sedikit. Dan..dan..bang melati langsung membuka pintu angkotnya, langsung keluar dan menghampiri bang mawar.

Bang melati langsung marah-marah gak jelas. Kayak mau ngajak berantem. Syukur bang mawar gak cepat naik darah, dan tetap bisa kalem walau diajak berantem..assiikk...

Saya yang berada di dalam angkot udah parno duluan, jangan sampai bang melati dan bang mawar main jambak-jambakan mirip ibu-ibu komplek.
Andai saja, bang anggrek bisa sedikit bersabar di tengah kemacetan. Tentu saja ini tak kan terjadi. Sudah jelas macet, malah pengen jalan duluan. semut aja numpang lewat susah. Apalagi gajah. Lha??


Sepertinya, kemacetan dapat menganggu kelabilan ekonomi emosi seseorang.

Rabu, Februari 12, 2014

Diskon oh Diskon

Punya tampang pas-pasan kayak saya ini, emang suka nyesek *kaca mana kaca*. Kadang ada yang ngira pembantu, kadang ada yang bilang mirip bidadari..iya..bidadari guling-guling masuk kali..huhuhu..

Gak ada niat untuk protes kepada Sang Pencipta. Tapi..tapi..ya itu..manusia suka mempertanyakan apa yang terjadi pada dirinya. Termasuk saya, karena saya masih manusia..hehe..

Ya..kalau kita terus-terusan protes dan mempertanyakan. Kapan waktu buat mensyukurinya?
Tsaah...Sadaapp...( tumben saya ngomong bener, ya?)

Biar dikata anak gaoel Kota Padang, oleh karena itu saya memilih tempat ngadem di dalam Basko Grand Mall (emang apa hubungannya, ya?). sudah..sudah..abaiakan saja..:D

Hari itu, lupa tanggal berapa..pokoknya hari itu..sekalian ngadem saya mau belanja-belanji mirip ibu-ibu sosialita gitu.hehe.

Berhubung, wajah saya gak bisa digonta-ganti dan dibongkar pasang kayak topeng, jadi kemana-mana harus dibawa. Nasip..ya..nasip..( ingat pake B, ya Yura..)

Karena, sudah lama mengincar salah satu sepatu yang ada di sana. Kebetulan duit udah terkumpul hasil dari jaga lilin. Maka, harus disegerakan membelinya, jangan sampai diembat duluan ama yang lain.

Setelah nomor dan warna sepatunya cocok. Saya meminta, mbak-mbak SPG untuk membungkus. Dan saya diminta untuk langsung membayar ke kassa 5.

Sepertinya, si mbak-mbak SPG yang menjaga di kasir ragu, kalau saya gak bisa bayar sepatu itu. Sampai dua kali si mbak-mbak SPG bilang, “ ini gak didiskon, ya..”. Kali pertama, saya oke-oke saja. Kali keduanya, "ini gak didiskon,ya.." saya jadi gimana gitu. Tumben kali ini si mbak-mbak SPG ini cerewet. Apa karena tampang saya, tampang penggila diskon?  Iya juga sih, tapi dikit kok..asal semuanya cocok..cocok ama keuangan juga.hehe.

Walaupun sedikit gila diskon, kali ini, saya tau..kalau saya membeli sepatu yang gak didiskon..sepertinya si mbak-mbak SPG meragukan, saya bisa membayar sepatu itu. Hiks..tega-teganya..

Ya walaupun begitu..positif think aja deh..syukur, udah diingatin..saya aja yang keburu sensi..hehe..dan sepertinya saya harus sering-sering ngaca..lhaa??

Jumat, Februari 07, 2014

The Power Of Kebelet

Namanya juga kebelet, mengharuskan otak untuk bekerja lebih keras agar bisa melepaskan hasrat yang terasa. Tsaah. Jika tidak segara disalurkan, bisa membuat jiwa resah dan gelisah (saya ngomong apa ya?). 

Bahkan ada beberapa orang  melakukan di tempat yang tak biasa. Seperti, di balik pohon, di balik tiang listrik, di belakang tiang listrik, di semak-semak, bahkan di depan rumah mantan. Lha?? *mari abaikan*.

Saya adalah orang yang termasuk agak susah melepaskan perasaan kebelet di sembarang tempat. Kecuali kepepet..*lha? Itu kan sama aja, oneng..*. Contohnya lagi di atas gunung atau hutan.

Jadi kalau ingat masalah kebelet ini, saya ingin menceritakan tentang si bungsu, Mifta. Kalau saya udah ngumpul dan main sama mifta, pasti ada aja hal yang aneh kita lakuin. Walau tak jarang juga kita perang saudara, dan selalu baikkan lagi kalau udah ada makanan di depan TV. Andaikan perang di dunia bisa didamaikan dengan sepiring makanan, pasti perang gak akan berlangsung lama yang banyak menimbulkan korban jiwa dan harta.

Jadi, ceritanya begini. Mumpung lagi liburan sekolah, makanya saya mengajak si bungsu  untuk belajar ke sekolah (lha?). Walaupun kita sering cekcok dan sudah beberapa kali saya menggugat mifta ke kantor pengadilan tinggi, karena saya gak sanggup jadi kakaknya. Namun, saya juga yang sering mengajak si bungsu untuk liburan. Misalnya, kita main ke Bukittingi, untuk ngegembel di bawah jam gadang.

Keliatannya, saya makin ngawur. Mungkin karena kebanyakan tidur kale, ya..

Kebetulan waktu itu, sehabis makan sate madura di atas jembatan Ampera bertiga dengan teman saya, Kak Aan. Berhubung sudah malam dan perut sudah kenyang, kita harus segara pulang.
Dan masalah pun terjadi, ketika kita menunggu angkot untuk pulang.

“ uni..kebelet pipis..”
“ciyuss..kebelet pake banget, ya?”
“Ooh..unii...” sambil joged-joged nahan pipis
“ mau pipis dimana?, disini rame..toko semua..tahan dulu yaa..”
Mata saya bergerak liar mencari tempat nongkrong buat pipis untuk mifta. Walaupun sudah malam, saya belum menemukan tempat strategi. Orang-orang masih ramai lalu-lalang. Karena kelamaan mikir, adek saya sudah gak tahan.
“uni..kebelettt...”
“tahann...dulu yaa..disini gak ada tempat..di rumah ya..pokoknya harus tahannn..”
“iyaa uni...”

Tampang adek saya, mulai berubah aja..udah mirip ibuk-ibuk kebelet melahirkan yang air ketubannya sudah pecah. Angkot ke rumah belum lewat-lewat juga. Saya masih berharap, jangan sampai Mifta ngompol di keramaian ini. Jika itu terjadi, itu sangat mempermalukan saya yang malu-maluin ini.

Tujuh tahun kemudian...( woii..kelamaann...)

Angkot yang ditunggu datang juga. Taraa...gue langsung masuk ke dalam angkot. Saat itu dalam angkot hanya saya berdua dengan Mifta. Saya menguatkan Mifta, untuk terus menahan pipisnya, jangan sampai ngompol dalam angkot. Bisa-bisa saya dijadikan tumbal untuk mencuci angkot selama 100 tahun. Apa kata orang sekampung?


Gak tega melihat adek menahan pipis, yang mungkin udah mulai menetes dalam celana dalamnya. Daripada kelamaan menunggu sampai di rumah.  Akhirnya, saya memutuskan untuk berhenti di salah satu plaza terkenal di Kota Padang. Kita berdua langsung ngacir mencari toilet terdekat. Dalam hati saya berkata
“ adek saya keren juga, yaa..pipis aja di plaza, apalagi boker..”  ( emang boker dimana, Yura? di got kale..)
Lha?..

Kamis, Februari 06, 2014

Dan Hujan pun Turun

Hampir 2 minggu lebih, hujan tak turun menyirami hati tanah ini. Saya mendadak kesepian dan rindu maksimal mendengar tetesan hujan jatuh di atas atap (maklum,saya gak pake genteng) tik..tik...tik..begitulah bunyinya..prott..prott..prottt..itu bunyi kentut saya.

Semua menjerit kepanasan, tak terkecuali saya yang keren ini *benerin jilbab*. Hanya sekedar mengintip matahari yang bersinar dari balik selimut, efeknya membuat saya malas keluar rumah. Saya mirip cewek yang dipingit karena mau nikah seminggu lagi padahaalll...emang iya..eh TIDAAAKKK...*jodoh mana jodoh*

Cuaca akhir-akhir ini luar biasa panasnyaa..otak saya dibikin mendidih *lebay*. Saya yang lagi ikutan program pemutihan untuk diikutkan dalam ajang miss understanding, harus mikir 100x untuk keluar rumah.

Beda banget dengan di Pulau Jawa yang kelebihan air, sampai banjir. Bener-bener pemandangan yang kontras.

Saya bener-bener merindukan hujan. Seperti cewek yang LDR-an ama cowoknya, yang berharap sekali segera bertemu dengan pujaan hati. Tsaah...Sadaappp..

Harapan saya terwujud. Lewat tengah malam, saya lupa pukul berapa, dan ngak ngecek jam. hehe. Dan hujan pun turunnn...adem sekalii...saya yang sudah LDR dengan selimut beberapa minggu ini, tiba-tiba menarik selimut kembali.

Tak terbayangkan jika saya tinggal di negara yang mempunyai musim panas yang panjang. Mungkin bisa membuat saya mengurung diri dalam kamar. Ternyata, masih ada hal yang membuat saya untuk bisa bersyukur lahir di tanah ini..:D.


Dan..saya bingung mau nulis apa..ini ada bonus dari saya..dengarin aja  lagu ini yaa..;)

Kau keluhkan dingin malam yang menusuk hingga ke tulang
Hawa ini kau benci
Dan kau inginkan tuk segera pergi
Berdiri angkat kaki
Tiada raut riangmu di muka, pergi segera




Rabu, Desember 11, 2013

Malas Bertanya, Salah Masuk Busway

Jadi ceritanya begini, saat berkunjung ke kota Pekanbaru dua bulan yang lalu. Ngapain ke Pekanbaru Yura? Mau ngembangin usaha pergembelan di sana..(???).

Pinjam dari sini 

Atas usulan sepupu saya, Uni Sari, saat kita bertiga mampir ke rumahnya di daerah Panam. Jadi kita bertiga saya, Meli dan Cakni mengiyakan. Kapan lagi kan?. Kita pun diantar ke halte busway. Tak lama menunggu, busway yang ditunggu datang juga. Saat masuk kita disambut sama mbak-mbak kondektur busway. Kami langsung memilih posisi wueenakk..

Setelah berjalan berapa lama di atas busway, si mbak-mbak menanyakan
 “turun dimana dek?”
“Ramayana, Kak”
“Nanti transit di halte..( maef, lupa nama tempatnya).
“Oke deh”.
Akhirnya, kita turun juga di halte yang dimaksud. Ada sedikit kecewa sih. Kirain, ada busway langsung ke Ramayana gak pake transit. Saat dibilang Uni Sari, katanya ada busway langsung sampai Ramayana cukup bayar Rp.3000 plus ruangan ber AC. Mungkin karena kita terlalu jenius, jadi gak ada nanya busway pake transit dulu atau gak.

Semua penumpang pada turun. Kita juga ikut turun lewat jendela. Kita pun langsung nongkrong-nongkrong cantik di halte bersama penumpang yang lainnya sambil menunggu busway selanjutnya.
Sekitar 2 busway sudah lewat, tak ada satu pun bus yang ngelirik kita. Apakah ada yang salah dengan tampang saya? Ciyaann deh loo..Mungkin karena kelamaan menunggu, tiba-tiba Meli berdiri di depan tangga naik masuk busway dan melangkahkan kaki masuk ke dalam. Saya yang berada di belakangnya, ngikutin aja.

Setelah duduk manis di pangkuan Zyan Malik (eh?) *abaikan*. Tiba-tiba kita ditanyai oleh Abang Kondektur busway.

“Turun dimana dek?”
“Ramayana Bang”
“ Bukan ini busnya dek..silahkan turun di halte berikutnya”
 
Setelah nepuk-nepuk jidat tetangga, akhirnya kita turun dan kembali menunggu busway berikutnya kita langsung bernyanyi di atas troatar menyanyikan “ busway yang kutunggu-kutunggu tiada yang datang, kutelah lelah berdiri-berdiri menanti-nanti (lanjutkan sendiri langunya)”. Ada yang percaya kita ngelakuin hal itu? Selamat anda dikibulin..hehe

Belajar dari kesalahan, karena Meli saat menaikki busway langsung nyelonong girls, jadinya salah deh. Daripada gak salah lagi, saya selalu menanyakan setiap bus yang lewat. Sekitar 3 bus yang lewat tak ada yang melewati Ramayana. Saya hampir mengibarkan bendera putih.

Saat itu ada 2 orang penumpang perempuan yang duduk di halte busway. Setelah saling dorong-mendorong siapa yang berani menanyakan mereka mau kemana, kali aja kita satu arah. Ya udah, kita memutuskan berbagi tugas.

Dengan memasang muka angry birds (??) , saya menanyakan kepada perempuan di sebelah saya, ternyata arah kita berbeda. Tak berapa lama, perempuan di sebelah saya langsung pergi dan naik ke atas motor. Jadi kesimpulannya, Ia nongkrong di halte busway nunggu jemputan pulang. Ciyaaann...Setelah itu, perempuan di sebelah Meli pun beranjak dari tempat duduk saat sebuah mobil datang, ia langsung masuk ke dalam. Apaa?? Trus gimana nasib kita??



Jadi kesimpulannya, dua perempuan yang nongkrong bareng kita di halte bukan nunggu busway, ternyata mereka pada nunggu jemputan. Pantesan tampang mereka adem ayem bayem aja. Gak kayak kita, celingak-celinguk plus H2C nunggu busway datang. Hari semakin sore dan busway yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang, walaupun ada yang lewat tapi beda jurusan cyiin.

Berhubung, saya sehabis magrib harus segera pulang ke Padang, dan sepupu saya Meli juga sudah ada janji ketemuan dengan temannya. Dengan sangat terpaksa, berharap bisa dapat ongkos murah plus AC, ujung-ujungnya naik angkot juga..tidaakkk.. *garuk-garuk aspal*.

Masak jauh - jauh dari Padang, kita naik angkot juga, sih? Trus, masalah buat tetangga elo githoo?? * mulai stress*.
Begini deh akibatnya, malas bertanya salah naik busway, syukur gak nyasar kemana-mana.
Keep Smile..*nyegir kuda*

Kamis, Agustus 29, 2013

Kembali

Haloo haaa..Sahabat Blogger semuanya..*Melambaikan kaki dari kejauhan*

Semoga yang disana dan dimana-mana (gak bisa sebutin satu-satu..:D ) pokoknya semua sehat selalu. Badan sehat,Kepala sehat,dan gak kalah pentingnya dompet ikutan sehat juga.hahaha #Maunya *buru-buru ngelirik dompet,semoga isinya nambah (???)*.


Akhirnya,saya nulis lagi.
Ya nulis..

"Nulis apaan ayoo??"
"Ya nulis Blog.Blog yang senasib ama PLN di kampung saya,suka hidup mati" (lha??) *Puk-Puk Blog*


Listrik yang mati-hidup-mati saja dapat jatah kena semprot dari saya. Apalagi yang punya blog ini (lha??) #AmbilKaca.

Sebenarnya,dari hati yang terdalam. Saya gak tega menelantarkan Blog kece sekece yang punya #uhukk *DilemparinMerconSekampung*. Namun apadaya,kepala dan jari saya suka gak sejalan dan se harmonis dulu lagi. Susah untuk  seiring sejalan untuk satu tujuan akhir-akhir ini. Bahkan si Jari pun berniat menjatuhkan talaq satu buat si Kepala (Yee..ngikut Seleb aja ne..!:p). Tapi belum saya ijinkan. Saya gak mau blog ini menjadi korban pelampiasan ulah  si Kepala dan si Jari. Apapun itu,pasti ada jalan keluarnya *Buru-buru nyari pintu doraemon*.

Biasanya,setiap persoalan pasti ada jawaban,walaupun harus nyontek jawaban punya teman sebelah #GagalBijak.


Semoga perseteruan si Kepala dan si Jari bisa akur seperti dulu lagi,ya Sob. Jadi, Blog ini tidak terabaikan dan kurang diperhatikan. Jangan sampai jadi Blog Gembel dan terlunta-lunta di dunia yang keras ini #tsaah.




Minggu, Juli 07, 2013

#CeritaBadai "Nasgor Pepaya"

Ketemu lagi dengan Yura disini..dimana ente Yura??#CelingakCelinguk
woiiii..ane disini #KeluarinKepalaDariDalamTongSampah 
weww..(?????). 
Maafin dakuw ya qaqa..menghilang dari dunia perblog-an karena satu dan banyak lain hal..AAAALAAAAAAAAAAAAAAAAASAAAAAAAAAAAAAANNNN…
 Kembali ke cerita Badai…

 17 juni 2013
Sekitar pukul 05:30 WIB,kita sampai di kota Sungai Penuh. Berhubung sungainya sudah penuh,jadi saya gak boleh numpang mandi #GagalPaham. Eh,tapi beneran kok nama kotanya Sungai Penuh.
Setiba di Sungai Penuh,kita akan diturunkan lewat jendela mobil di kontrakan Bg Jamie dan kita semua gak tau dimana tempatnya. Dengan panduan Bg Jamie lewat Hp,kita mendarat dengan selamat. Sampai-sampai Bg Jamie harus melambaikan tangan dengan rambut tergerai kayak iklan shampoo ketombe..hehe

Minggu, Juni 09, 2013

Ada Apa dengan Otakku

Sekarang hari minggu ya? Jadi,saya mandi cuma sekali alias mandi jamak..kata Mama hemat air. Teman-teman di Afrika sana pada kekurangan air,masak kita boros air. Entah sudah berapa bulan mereka gak mandi.  Jadi,gak ada salahnya saya mandi hari ini cuma sekali.Trus?? Ya udah gitu aja..#InfoPenting2013

Tau gak sih..

Enggakkkkkkkkkkkk…


hening…


Buang angin…

Tutup Kuping..#lha?