Wah,ternyata dah lama juga,ya.. saya nyuekkin si Blog,maafin yee...maklum saja lah..puasaa..enakkan tidur..hehe #Ngeles
Berkat keisengan saya bergabung di Fanpage Backpaker
Indonesia (BPI),tapi kayaknya gak iseng2 jga kle.Ya pngen gabung aja,mana tau
saya nemu pangeran saya..lha??apa seh,yuraa..?Gak kok,pngen berbagi
pengalaman dengan backpaker2 yg lebih berpengalaman dibandingkan saya..
Ketika itu,salah satu anggota BPI,mengirimkan artikel di grup
BPI tentang Tan Malaka. Dan beliau adalah salah satu pengagum Tan Malaka dan
ingin sekali datang ke rumah kelahiran Tan Malaka. Saya pun berniat mencarikan
informasi bagaimana transportasi kesana,dan lain2nya yang dirasa perlu.
Kebetulan, sepupu saya,papa nya berasal dari kecamatan yang sama.
Ternyata,teman2 Backpaker dari Padang membaca komentar saya,dan mengajak mencari
informasi Tan Malaka. Ya udah,saya pun menyetujuinya dan janjian bertemu.
Walau saya asli orang Padang tapi,saya tidak tau kalau
rumah kelahiran Tan Malaka telah dijadikan Museum dan Perpustakaan. Cuek
bgtz,saya yaa..masak orang yg jauh diseberang sana,lebih tau info tentang tan
malaka dibandingkan saya..heuheu..Malangnyaa..sepertinya,saya harus pensiun
dini jadi orang Minangkabau hoho. Tak lupa saya juga berterima kasih kepada Bapak
Harry A poeze,seorang sejarawan asal Belanda, yang telah berupaya memecahkan misteri Tan Malaka selama 4 dasawarsa. Karena tak banyak ilmuwan yang mau yang mau meneliti tentang sosok Tan Malaka.Kayaknya,takut dicap PKI,kale yaa..