Rabu, Juli 08, 2015

Orang-orang Yang Dalam Pikiran

Sebagai orang yang setiap hari kemana-mana naik angkutan umum, sekali-kali kadang ditebengin. Alhamdu…lillah…*lempar-lempar selendang*. Mulai dari naik angkot, busway, bus kota, travel AJDP (Antar Jemput Dalam Provinsi) bemo, ojek, kalau lagi kaya sekali-kali naik burung biru *benerin jilbab*.

Karena seharian lebih sering sendirian *kode*, iya, kalo sendirian saya lebih suka melihat-lihat dan mengamati hal di sekeliling, kali aja ada cowo ganteng dan keren.

Kalau ada lampu merah, itu tandanya kendaraan semua berhenti. Di sinilah saya suka memanfaatkan momen. Bisa jadi saya tiba-tiba mikirin jemuran, anak tetangga, menikmati lagu yang diputar atau atau sekedar mengamati pengendara motor, sambil mikir keras dan melihat kiri ke kanan banyak pohon cemaraa aaa….Upss salaah…melihat pengendara mobil yang mengkilat, mulus dan ada AC di dalamnya. 

Di sinilah kadang ide random saya keluar, selain di toilet. Jika melihat mobil mengkilat lagi mulus, saya berpikir, oh betapa enaknya orang-orang yang dalam mobil itu, tidak perlu capek-capek naik angkot turun angkot yang kencengnya bisa menyaingi kecepatan cahaya (lebay), tidak sempit-sempitan karena diminta geser-geser ama si abang sopir, tidak akan mendengar musik yang memecah gendang telinga, dan tidak perlu was-was dari pencopet. Itu hanya pikiran saya, saya juga tidak tau apa yang ada dalam pikiran orang yang di dalam mobil melihat saya. Jika mereka melihat saya, bisa jadi mereka memikirkan, perempuan berjilbab itu manis dan keren juga ya…setiap hari naik angkot, pasti dia sudah pacaran ama sopir angkot…Tidaaakk…*pingsan*.

Tapi mungkin apa yang saya pikirkan bisa jadi salah. Mereka yang di dalam mobil mewah itu ternyata tidak seenak dan senyaman yang saya pikirkan. Bisa jadi mereka yang di dalam mobil mewah itu pikirannya stress karena memikirkan ikan asin yang dijemur belum diangkat, kucing peliharaannya tidak pulang-pulang, istri yang malas mandi, kreditan odong-odong belum dilunasi, korupsi 1 karung semen di kantor, atau cemas mikirin handphone belum ganti-ganti sedangkan model baru terus bermunculan, dan masih banyak kecemasan plus pusing yang bergelantungan di pikirannya.

Ya, kita tidak pernah tau, apalagi saya. Orang-orang yang terlihat baik-baik saja, belum tentu baik-baik saja menurut penilaian kita. Jika orang-orang yang duduk di dalam mobil mewah itu keliatan tenang-tenang saja, pikiran dan hatinya belum tentu seperti itu. Mungkin ya. Semoga aja saya salah. Dan Anda benar.

Sepertinya, banyak hal yang tidak kita ketahui di luar diri kita sendiri. bahkan, kadang diri kita sendiri pun sulit untuk dimengerti dan dipahami.

Mungkin hidup emang harus begitu, setiap kita memiliki pening masing-masing dan terus berjuang menyelesaikan setiap pening yang datang menghadang. Semoga setiap pening yang datang tidak pernah membuat kita kehilangan akal dan kehilangan iman. 
Selamat bobo. Muaahh…1000x


Jangan lupa sahur, yaa…kalau lupa, jangan salahkan saya yaa… kan udah diingetin….